SuaraBekaci.id - Gempa bumi yang terjadi di Larantuka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (14/12/2021) menyebabkan sejumlah orang panik. Bahkan hingga saat ini masih ada warga yang mengungsi di lokasi pengungsian.
Hal itu diprediksi oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.
Kepala BPBD Selayar, Ahmad Ansar mengatakan, pihaknya belum mengetahui korban terdampak gempa apakah sudah kembali ke rumahnya atau belum.
"Untuk informasi saat ini, kita belum tahu, apakah mereka sudah kembali ke rumah masing masing atau belum. Tapi, kabar beredar sebagai besar (warga) di sana masih ada di lokasi pengungsian," katanya, Kamis (16/12/2021).
Ia menuturkan, ada dua wilayah kecamatan paling terdampak pascagempa NTT yang terasa di Selayar, yakni di Kecamatan Pasilambena dan Pasimarannu. Namun demikian, lokasi administratif Kecamatan Pasilambena lokasinya berada di daerah pulau terluar Kabupaten Kepulauan Selayar.
"Kalau warga di Pasilambena sudah mengungsi sejak hari pertama gempa, mereka evakuasi diri menyelamatkan diri masing-masing," tuturnya.
Mengenai data yang dirilis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat, ia menjelaskan, sifatnya sementara, dan bisa saja berkembang, ada penambahan atau berkurang masyarakat yang masih mengungsi di sejumlah titik pengungsian.
"Data 3.900-an pengungsi itu belum riil. Data tersebut saat hari pertama pascagempa. Saat ini tim BPBD terus mendata kembali korban, mengingat saat kejadian gempa tersebut, semua orang sibuk mengumpulkan informasi.
Data BNPB yang dirilis tersebut, sebanyak 3.900 jiwa, dengan 17 titik pengungsian. Rincian, 2.200 jiwa di Mintu'u, Puncak Majapahit 250 jiwa, Langundi 50 jiwa. Enam titik pengungsian di Lambego berjumlah 900 jiwa, tiga titik di Lawaru sebanyak 500 jiwa serta 30 titik pengungsian di Pasimaranu.
Baca Juga: Gempa Jember Pagi Ini Dipicu Sesar Aktif Dasar Laut
"Saat ini masih proses pendataan, jangan sampai simpang siur lagi datanya. Kalau soal data riil, nanti kita sampaikan kembali setelah didata ulang, termasuk lokasi-lokasinya terdampak serta korbannya," ujar Ansar. [Antara]
Berita Terkait
-
Pemulihan Korban Gempa NTT Belum Tuntas, Bantuan Terus Mengalir ke 21 Desa
-
Jakarta Siaga Banjir! 200 RW Masih Rawan, BPBD Siapkan 403 Lokasi Pengungsian
-
Ritual Adat Jadi Cara Warga NTT Melindungi Mata Air di Hutan Sanabibi: Bagaimana Caranya?
-
BPBD Bingung! Tak Ada Hujan, Bongkahan Es Seukuran Kepala Bocah Jatuh Jebol Atap Rumah di Bantul
-
Status Siaga! Semeru Banjir Lahar Dingin 6 Jam hingga Tanggul Lumajang Jebol
Terpopuler
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
- Viral Pendaki Ditandu Naik Gunung Merbabu, Biaya Capai Rp30 Juta
- Apa Bedanya Adidas Originals vs Adidas Performance? Kenali dari Logo dan Kegunaannya
- 4 Sepatu Jalan dengan Teknologi Penyangga Kaki Terbaik untuk Berjalan jauh
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Peringatan Keras Bupati Bekasi ke Kepala Desa: Jangan Korupsi !
-
KPK Buka Peluang Hadirkan Ahmad Dhani sebagai Saksi Kasus Bea Cukai
-
Apa Penyebab Truk Molen Tabrak Halte di Bekasi, 6 Orang Tewas
-
Polresta Bogor Minta Maaf soal Intimidasi Jurnalis, Anggota Polisi Dijatuhi Sanksi
-
Seret Nama Pejabat ATR/BPN hingga Politisi, Ini Fakta Terbaru Kasus Korupsi Summarecon