SuaraBekaci.id - Ratusan rumah di Desa Sadari, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang terendam banjir rob sejak Sabtu (4/12/2021) hingga per hari ini Selasa (7/12/2021). Bahkan, dampak banjir itu membuat pemukiman di wilayah itu terisolir.
Kepala Desa Sedari, Bisri Mustopa mengatakan, sebanyak 750 rumah di wilayahnya itu terendam banjir rob.
"Banjir rob ada di 3 dusun, Tanjungsari, Karangsari, dan Kertasari," kata dia ketika dikonfirmasi, Selasa (7/12/2021).
Bahkan, lanjut Bisri, terdapat 250 rumah yang terisolir akibat banjir rob tersebut, sehingga melumpuhkan aktifitas masyarakat setempat.
"Ada 70 kepala keluarga di sana dan sejak 3 hari sudah tidak ada aliran listrik, dan jalannya pendidikan tersendat. Tentu ini menjadi kerugian materil juga," tutur Basri.
Saat ini, kata dia, Pemerintah Desa Sadari masih terus melakukan pemantauan dan melakukan pendataan masyarakat yang terdampak banjir rob untuk meminimalisir adanya korban jiwa.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang, Yasin Nasrudin mengatakan, pihaknya meminta masyarakat yang berada di sana untuk mengevakuasi, hanya saja mereka menolak untuk dievakuasi.
"Dari dulu mereka tidak mau dievakuasi saat terjadinya banjir rob, mereka ingin tetap bertahan," tutur dia.
Meskipun begitu, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan satgas penanganan bencana di sana untuk bisa memantau dan mendata agar nantinya BPBD Kabupaten Karawang bisa mengirimkan bantuan.
"Kita sedang menunggu laporan secara tertulisnya, nanti kita bantu," ungkapnya.
Kontributor : Akhmad Nursyeha
Berita Terkait
-
Banjir Rob di Semarang Bikin Tekor Rp848 Miliar: Bagaimana Cara Mengatasinya?
-
Investasi untuk Anak Cucu Lewat Mangrove, Cara Warga Pesisir Lombok Timur Cegah Banjir Rob
-
Potret Upacara Melasti dari Berbagai Daerah di Indonesia
-
Bangunan Lapuk, Ruang Kelas SD Jomin Barat III di Karawang Ambruk
-
Fenomena Bulan Baru Bisa Picu Banjir Rob, 12 Wilayah Jakut Masuk Status Waspada hingga 16 Februari
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
Pilihan
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
Terkini
-
Bekasi Lolos Syarat Lelang Proyek PSEL, Sampah Siap Diubah Jadi Listrik pada 2028
-
Siap-Siap Hemat Air! BMKG Prediksi Kemarau Jawa Barat Lebih Kering dan Lama
-
Ironi di Fakultas Hukum UI: Saat Tempat Belajar Keadilan Jadi Sarang Kekerasan Seksual
-
Pertina NTT Gugat Menpora: Legalitas Perbati Tak Terbukti di Persidangan, DPP Pertina Beri Dukungan
-
Resmi Diumumkan! Ini Daftar 10 Nama Calon Komisioner KPAD Kabupaten Bekasi 2026-2031