SuaraBekaci.id - Seorang mantan manajer Facebook bersaksi di Kongres AS bahwa perusahaan tahu bahwa produknya dapat membahayakan anak-anak.
Dalam kesaksiannya kepada anggota parlemen di AS, dia mengatakan bahwa Facebook dengan sengaja menyodorkan platformnya ke anak-anak, meskipun mereka mengetahui hal itu bisa mengganggu masalah kesehatan.
"Platform media sosial ini sangat berbahaya dan telah terbukti menyebabkan kerusakan fisik dan mental pada anak muda," tambah Jaksa Agung New York, Letitia James seperti dikutip BBC.
Facebook, yang memiliki Instagram dan WhatsApp, mengubah namanya menjadi Meta bulan lalu setelah muncul serangkaian skandal.
Pada September, Instagram membatalkan rencana aplikasi khusus anak, setelah lebih dari 40 jaksa agung negara bagian di AS mendesak mereka untuk membatalkannya.
Instagram, seperti platform lainnya, mengharuskan pengguna berusia di atas 13 tahun. Namun, perusahaan itu mengakui ada banyak pengguna yang usianya lebih muda dari yang sudah ditentukan.
Melansir BBC, seorang juru bicara Meta, pada Kamis (18/11/2021), membantah bahwa platform mereka tidak sehat.
"Kami akan memeriksa apakah ada undang-undang yang dilanggar dan kami akan mengakhiri penyalahgunaan itu demi kebaikan bersama."
"Tuduhan itu tidak benar dan menunjukkan kesalahpahaman yang mendalam tentang fakta yang ada," kata seorang juru bicara dalam sebuah pernyataan.
Baca Juga: Catat! Dokter Ingatkan Orang Tua Jaga Imunitas Anak Selama Pandemi
"Tantangan dalam melindungi kaum muda secara online, berdampak pada seluruh industri. Kami menjadi pemimpin di industri dalam memerangi intimidasi dan mendukung orang-orang yang berhasil melawan pikiran untuk bunuh diri, melukai diri sendiri, dan gangguan makan," tambahnya.
Terkini, sejumlah negara bagian di Amerika Serikat sedang menyelidiki cara Instagram menargetkan anak-anak dan memicu risiko buat mereka.
Sejumlah negara bagian itu, baik yang dikuasai oleh Demokrat maupun Republik, sedang menyelidiki Instagram dan perusahaan induknya, Facebook Meta, untuk menentukan apakah mereka melanggar undang-undang perlindungan konsumen.
Berita Terkait
-
Panci Rice Cooker Terkelupas, Apakah Berbahaya Bagi Kesehatan?
-
Eksploitasi Terselubung: Bahaya Nyata Sharenting bagi Masa Depan Anak
-
Bukan Cuma Main Game: Mengapa Anak SD Sekarang Lebih Betah di Roblox?
-
Sephora Kids dan Obsesi Skincare Dini: Saat Anak SD Lupa Caranya Bermain
-
Poret Pendidikan di Pinggiran Kuala Mesuji dalam Novel Anak-Anak Kuala
Terpopuler
- Di Tangan Suahasil, MBG Jadi Prioritas Subsidi Energi Dipangkas
- Luky Alfirman Jadi Wamenkeu usai Dicopot Purbaya, Pengamat Soroti Arah Kebijakan Suahasil
- Sehari Dijabat Suyudi Ario Seto, Polri Langsung Rombak 19 Kapolda: Ini Daftar Lengkapnya!
- Tan Cheng Hoe Gerah Lihat Pemain Malaysia Larut dalam Kekecewaan: Stop Nangis
- 7 Sepatu Jalan Paling Awet yang Solnya Empuk untuk Perjalanan Jauh
Pilihan
-
Disaksikan Andi Gani dan Perwakilan Buruh, DPR Resmi Sahkan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Jadi UU
-
Kalapas Cibinong Dipecat dari ASN, Buntut Klaster Mewah dalam Penjara
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
Terkini
-
30 Perusahaan Buka Ribuan Lowongan Kerja di Subang, Cek Syaratnya!
-
Aksi Ekstrem Jambret Pakai Kawasaki Ninja, Rampas HP Pakai Dua Tangan
-
BRI Dorong Penyuluh Antikorupsi Jadi Teladan Integritas di Tempat Kerja
-
2 Tersangka Dibebaskan! Kasus Perusakan Rumah di Cikunir Selesai
-
MotoGP Mandalika 2026 Kembali Digelar, BRI Dorong Ekonomi Kawasan Berbasis Pariwisata