SuaraBekaci.id - Jelang Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate meminta masyarakat kurangi mobilitas untuk pencegahan lonjakan ketiga Pandemi COVID-19.
"Kita tidak ingin kenaikan kasus COVID-19 seperti yang terjadi di masa lalu, terulang kembali. Karenanya, berbagai pembatasan mobilitas jelang Nataru harus ditetapkan untuk diterapkan," kata Johnny dalam keterangan tertulisnya dikutip, Selasa (16/11/2021).
Pemerintah kata Menkominfo, ingin mengantisipasi lonjakan kasus karena berkaca dari pengalaman tahun lalu, di mana kasus COVID-19 melonjak ketika masyarakat secara aktif melakukan mobilitas namun tidak diimbangi dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat ketika masa libur hari-hari besar berjalan.
Johnny menyebutkan meski saat ini Indonesia sudah bisa menangani kasus COVID-19 dan menekan angka kasus harian namun potensi lonjakan kasus masih sangat mungkin terjadi.
Kegiatan masyarakat yang tidak diimbangi dengan penerapan protokol kesehatan pada faktanya kerap kali memicu kenaikan kasus COVID-19 di Tanah Air.
Kenaikan kasus tidak hanya terjadi pada kasus harian, namun juga pada kasus mingguan yang bertahan cukup lama.
Kasusnya seperti pada periode libur lebaran Idulfitri pada 2020 Satgas COVID-19 mencatat di masa itu terjadi penambahan sekitar 68-93 persen kasus harian baru dan penambahan kasus mingguan di kisaran 2.889 kasus-3.917 kasus.
Sementara itu, kasus lainnya melonjak ditemukan pada saat periode Libur kolektif Maulid Nabi dan Natal tahun 2020 tercatat ada penambahan 37-95 persen kasus harian baru dan penambahan kasus mingguan sebanyak 8.096-38.340 kasus.
"Kenaikan ini diperparah adanya varian Delta yang lebih mudah menular dibanding varian sebelumnya," ujar Johnny.
Untuk itu, ia mengajak agar masyarakat bisa memahami dan ikut mencegah lonjakan kasus dari jauh- jauh hari sehingga gelombang ketiga dari COVID-19 bisa dihindari.
Jika memang harus dilakukan mobilitas, maka diharapkan masyarakat bisa secara aktif mengikuti testing.
Pengetesan COVID-19 sebelum menjalani kegiatan di masa liburan menjadi langkah preventif untuk memastikan pelaku perjalanan dalam kondisi sehat dan tidak menularkan virus ke daerah tujuannya.
Selain itu, Pemerintah juga mengajak masyarakat yang belum divaksin untuk segera menerima vaksin COVID-19 sehingga dapat kekebalan komunitas dapat tercapai dengan lebih cepat.
"Mari berjuang agar Indonesia berhasil melewati Natal dan Tahun Baru dengan level penyebaran COVID-19 yang terkendali," kata Johnny.
Berita Terkait
-
Kemendagri dan KPK Perkuat Kolaborasi Cegah Korupsi di Daerah, Siapkan Pembekalan di 10 Wilayah
-
Efek Domino Pandemi Bikin Harga Mobil Bekas Gagal Turun
-
Cegah Pubertas Dini, Saat Persiapkan Kehamilan Perhatikan Paparan BPA dari Galon Guna Ulang
-
Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19
-
Dukung Gerakan Cegah Tindakan Bunuh Diri, Doyoung NCT Donasi Rp 1,1 Miliar
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Calon Kades Petahana Kabupaten Bekasi Diminta Cuti
-
Termasuk Kajari Kota Bekasi, Ini Daftar 90 Kajari Kena Mutasi Kejagung
-
BRI Percepat Transformasi BRIvolution Reignite, Perkuat Kontribusi bagi Ekonomi Nasional
-
Rayakan HUT ke-70, Yuk Seru-seruan di Danamon Festival!
-
Pemerintah Apresiasi Kinerja BRI sebagai Motor Utama Penyaluran KUR Perumahan Program 3 Juta Rumah