SuaraBekaci.id - Brimob Polri disebut memiliki tantangan tugas yang semakin berat dan kompleks. Di antaranya pengendalian pandemi COVID-19, penanggulangan bencana alam, pengamanan kegiatan-kegiatan bertaraf nasional dan internasional, hingga persiapan menghadapi Pemilihan Presiden 2024.
Hal tersebut diungkapkan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dalam amanat HUT Ke-76 Brimob Polri.
"Ke depan saya ingatkan kita terus menghadapi tantangan semakin berat dan kompleks," kata Sigit di Mako Brimob, Kelapa Dua Depok, Jawa Barat, Minggu (14/11/2021) dikutip dari Antara.
Dalam penanganan pandemi COVID-19, Sigit meminta jajaran Brimob ikut membantu pendisiplinan protokol kesehatan di masyarakat, penguatan "3T" (testing, tracing dan treatment), dan akselerasi vaksinasi hingga mencapai 70 persen guna terbentuknya kekebalan komunal masyarakat (herd immunity).
Sigit meminta jajaran Polri umum, Brimob khususnya dapat mempertahankan keberhasilan Indonesia dalam mengendalikan laju pertumbuhan kasus positif, dan mencegah gelombang ketiga COVID-19 masuk ke Indonesia.
"Tentunya ini jadi tantangan kita bersama ke depan untuk menjaga pengendalian COVID-19 agar tidak muncul gelombang ketiga, terutama pada saat menghadapi natal dan tahun baru (nataru). Pengalaman tahun lalu, ada kecenderungan terjadi dua kali lipat dari situasi COVID-19 sebelum nataru," ujar Sigit.
Tantangan berikutnya, kata Sigit, pelaksanaan "event-event" besar bertaraf nasional dan internasional di Tanah Air. Penyelenggaraan ini karena Indonesia mampu menjaga laju pertumbuhan COVID-19.
Beberapa event yang telah dilaksanakan seperti PON XX Papua, Peparnas XIX Papua, Konferensi Polwan Sedunia. Dan yang akan digelar, balap motor dunia "Word Superbike" di Mandalika. Serta, tahun 2022 akan ada rangkaian KTT G20.
"Ini semua jadi tantangan kita semua, harus kita hadapi, di satu sisi hal ini positif karena dengan mampu melaksanakan kegiatan tersebut maka posisi Indonesia di mata internasional menjadi semakin baik. Juga memberikan 'multiplayer effect' yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat yang sempat terkontraksi tahun lalu," ujar Sigit.
Baca Juga: Potret Lawas Iklan Tiket WSBK Bikin Melongo, Harganya Setara dengan Segelas Es Teh
Puncak peringatan HUT Ke-76 Brimob dilaksanakan secara luring dan daring, diikuti 34 Brimob Polda se Indonesia, dan dihadiri oleh pejabat tinggi Polri di Mako Brimob Kelapa Dua Depok.
Dalam kesempatan itu juga dilaksanakan pengheningan cipta untuk menghormati tiga anggota Brimob Polri yang gugur dalam bertugas di Satgas Operasi Madago Raya, Sulawesi Selatan, serta Satgas Operasi Nemangkawi, Papua.
Berita Terkait
-
4 Personel Brimob Diamankan Usai Insiden Penembakan di Tambang Ilegal Bombana
-
Boni Hargens: Rekomendasi Kompolnas Normatif Saja Soal Reformasi Polri
-
Pulihkan Akses Pasca Banjir Bandang, Polisi Bangun Jembatan Darurat di Padang Pariaman
-
RPI Optimistis Jenderal Sigit Wujudkan Transformasi Budaya Polri di Tahun 2026, Ini Alasannya
-
Boni Hargens: Kapolri Sukses Kawal Prabowo-Gibran, Sinyal Transformasi Budaya Polri di 2026
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
8 Pedagang Kalibata Gulung Tikar, Total Kerugian Rp1,2 Miliar
-
Nenek Nekat Curi 16 Baju di Tanah Abang, Begini Kondisinya!
-
Daftar Jaksa Diperiksa KPK Terkait Dugaan Suap Bupati Bekasi Non Aktif Ade Kuswara Kunang
-
Sengketa Lahan di Cikarang: Pemkab Bekasi Lawan Warga, Diduga Ada Mafia Tanah
-
450 Ton Sampah Pasar Induk Kramat Jati Dibawa ke Bantar Gebang Bekasi