SuaraBekaci.id - Mahasiswa Universitas Budi Luhur (UBL) merancang kendaraan listrik, motor Sport Electric Vehicle 01 (BL-SEVO1) dan Cargo Electric Vehicle 01 (CEV01).
Produk kendaraan listrik tersebut dipamerkan dalam Pameran Pekan Nasional Keselamatan Jalan 2021.
Pada kesempatan itu, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan akan mendukung motor listrik karya anak bangsa diproduksi.
"Mendukung motor listrik karya mahasiswa dan produk nasional sampai tahap produksi," kata Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (Kemenhub), Budi Karya Sumadi dalam keterangan resminya dikutip Selasa (09/11/2021).
Dia mengapresiasi hadirnya kendaraan listrik dari anak-anak UBL seperti Cargo Electric Vehicle 01 (CEVO1) dan Sport Electric Vehicle 01 (BL-SEVO1).
Hal tersebut disampaikan dia dalam acara pameran Pekan Nasional Keselamatan Jalan 2021 di Taman Lumbini, Kawasan Candi Borobudur, Magelang.
Dalam acara itu, Universitas Budi Luhur (UBL) menjadi satu-satunya universitas swasta yang mengikuti kegiatan tersebut dengan dua kendaraan listrik andalannya.
"Kami memberikan pengetahuan tentang seputar motor listrik kepada pengunjung yang telah teruji jalan jauh seperti motor listrik BL-SEV01 yang sukses touring Jakarta – Mandalika sejauh 1.340 km," kata Sujono, Kepala Pusat Studi Kendaraan Motor Listrik Universitas Budi Luhur.
Pada puncak acara Pekan Nasional Keselamatan Jalan 2021, para peserta melakukan kegiatan konvoi keliling kawasan Candi Borobudur dengan produk kendaraan listrik andalannya masing-masing.
"Banyak pengunjung yang tertarik dengan BL-SEV01 dengan mengajukan pertanyaan kepada mahasiswa kami dan ingin mencoba langsung. Mereka banyak yang datang langsung ke pameran ini karena penasaran untuk melihat langsung, karena sebelumnya sudah pernah diliput oleh media dan melihat tayangan di Youtube," ucap Sujono.
Rektor Universitas Budi Luhur, Dr. Ir. Wendi Usino, M.Sc., M.M., sangat mengapresiasi sekali undangan keikutsertaan oleh Kemenhub. Momen ini pun menjadi special dikarenakan BL SEV01 baru saja menuntaskan turing terjauhnya.
"Kami bangga turut berpartisipasi dalam acara untuk menyambut Hari Pekan Nasional Keselamatan Jalan 2021 ini, dimana hanya dua civitas saja yang diundang yaitu Universitas Budi Luhur dan Universitas Gajah Mada," tutur Wendi.
Selain Universitas Budi Luhur dengan membawa motor listrik terdapat juga Universitas Gadjah Mada (UGM), Nissan, Gesit, Astra Honda Motor, Selis, Swap Energy Indonesia, United Bike, Polygon, Viar, dan lain-lain.[Antara]
Berita Terkait
-
Penjualan Sepeda Motor di Luar Pulau Jawa Jadi Penyelamat Industri Otomotif Nasional
-
Tak Cuma Bikin Senapan, Ini 5 Fakta Unik Motor Buatan Kalashnikov
-
Motor Listrik Polytron 2026: Mulai dari Rp11 Jutaan, Ini Daftar Lengkap Fox 200, 350, dan 500!
-
Penggunaan SPKLU PLN Naik Hampir 500 Persen Saat Libur Nataru
-
Sepeda Listrik Yadea OVA Bisa Langsung Dibawa Pulang Lewat Kompetisi Dance Terbaru
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
Terkini
-
Nenek Nekat Curi 16 Baju di Tanah Abang, Begini Kondisinya!
-
Daftar Jaksa Diperiksa KPK Terkait Dugaan Suap Bupati Bekasi Non Aktif Ade Kuswara Kunang
-
Sengketa Lahan di Cikarang: Pemkab Bekasi Lawan Warga, Diduga Ada Mafia Tanah
-
450 Ton Sampah Pasar Induk Kramat Jati Dibawa ke Bantar Gebang Bekasi
-
Polda Metro Jaya Lanjutkan 'Interogasi' Dr. Richard Lee dari Pertanyaan ke-74