Kegiatan "Pendakian Bersama Napas Tua ke Gunung Slamet" diikuti delapan pendaki berusia di atas 40 tahun yang berasal dari berbagai daerah di Pulau Jawa.
"Beberapa pendaki yang sudah mendaftarkan diri terutama yang berasal dari Jawa Timur batal mengikuti kegiatan tersebut karena mereka ikut terlibat dalam penanganan bencana di Kota Batu," kata fasilitator "Pendakian Bersama Napas Tua ke Gunung Slamet" Wahyu Budiarto.
Kendati hanya diikuti oleh delapan pendaki berusia di atas 40 tahun, dia mengatakan pihaknya tetap melaksanakan kegiatan "Pendakian Bersama Napas Tua ke Gunung Slamet".
"Total yang terlibat dalam kegiatan ini sekitar 20 orang termasuk tim operasional yang mengawal pendakian," kata pria yang akrab disapa Yudi Kumis itu.
Selain "Pendakian Bersama Napas Tua ke Gunung Slamet", kata dia, pihaknya juga memberangkatkan sekitar 30 pendaki reguler yang berasal dari wilayah Jabodetabek.
Menurut dia, keberangkatan pendaki reguler ke puncak Gunung Slamet beriringan dengan peserta "Pendakian Bersama Napas Tua".[Antara]
Berita Terkait
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
-
Apakah Gunung Kawi Bisa Didaki? Ini Jalur dan Estimasi Waktu Pendakiannya
-
Gunung Kawi Bayar Berapa? Ini Sejarah, Jalur Pendakian, Harga Tiket, dan Daya Tariknya
-
Review Petaka Gunung Welirang: Horor Pendakian Masih Menarik atau Sekadar Formula Usang?
-
Mencari Diri Sendiri di Atas Awan: Mengapa Kamu Perlu Mencoba Mendaki Sekali Seumur Hidup
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Digelar Serentak di 131 Lokasi, BRI KKB National Expo Sabet Rekor MURI
-
Direksi BRI Turun Langsung Pantau Penanganan Gempa NTT dan Kesiapan Posko BRI Peduli
-
Begini Kisah Heroik Tragedi Berdarah Sasak Kapuk, Ubah Bekasi Jadi Lautan Api
-
Heboh Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu, Begini Update Harga Bawang Merah di Indonesia
-
Rela Datang Jam 5 Pagi dari Bekasi, Demi Kaos Gratis HUT RI di Monas