SuaraBekaci.id - Selamat datang November 2021, ada hari penting pada bulan November 2021 kali ini yang mungkin banyak orang belum tahu.
Tidak hanya tanggal penting saja pada bulan November 2021 kali ini, ada juga beberapa momen di tahun Hijriah diantaranya jadwal puasa sunah Ayyamul Bidh.
Tanggal peringatan penting paling populer adalah pada 10 November 2021 diperingati sebagai hari Pahlawan Nasional
Menyadur dari Ayoindonesia -jaringan Suara.com, pada November kali ini ada Hari Menanam Pohon Indonesia yang diperingati pada 28 November.
Sementara iut, jika mengacu pada kalender Hijriyah, bulan November akan menjadi awal masuk ke bulan Rabiul Akhir,tepatnya pada tanggal 6 November.
Kemudian ada Hari Menanam Pohon Indonesia yang diperingati pada 28 November. Sementara iut, jika mengacu pada kalender Hijriyah, bulan November akan menjadi awal masuk ke bulan Rabiul Akhir,tepatnya pada tanggal 6 November.
5 November: Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional
10 November: Hari Pahlawan (Indonesia)
Baca Juga: Chord dan Lirik Lagu November Rain Guns N' Roses, Anthem Bulan Ini
10 November: Hari Ganefo
11 November: Hari Bangunan Indonesia
12 November: Hari Ayah Nasional
12 November: Hari Kesehatan Nasional
14 November: Hari Brigade Mobil (BRIMOB)
14 November: Hari Diabetes internasional
19 November: Hari Pria/Laki-laki Internasional
20 November: Hari Anak-anak Sedunia
21 November: Hari Pohon
22 November: Hari Perhubungan Darat
25 November: Hari Guru (PGRI)
28 November: Hari Menanam Pohon Indonesia
28 November: Hari Dongeng Nasional
29 November: Hari Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI)
Berikut ini niat puasa Ayyamul Bidh 18 November 2021-20 Novermber 2021.
Selain itu, Anda juga perlu mengetahui, sejarah puasa ayyamul bidh, pahala, hingga keutamaannya.
Puasa Ayyamul Bidh adalah puasa pada pertengahan bulan Hijriyah berdasarkan kalender Qamariyah atau tanggal 13, 14, dan 15 di bulan Hijriah, kecuali hari tasyrik pada 13 Dzulhijjah.
Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, KH. Cholil Nafis, menjelaskan mengenai puasa Ayyamul Bidh.
Menurut dia, sebelum Nabi Muhammad Saw mendapat kewajiban berpuasa sebulan penuh pada Ramadhan, ada sejumlah model puasa yang telah dilakukan umat nabi sebelumnya.
Salah satu puasa Nabi Daud, yakni puasa yang dilakukan selang-seling, yaitu sehari berpuasa dan sehari lagi tidak berpuasa.
"Kemudian ada juga seperti halnya puasa dalam riwayat oleh nabi sebelumnya yaitu puasa tiga hari Ayyamul Bidh. Bahkan, Nabi dulu sebelum diwajibkannya puasa Ramadhan masih melaksanakan puasa pada 13, 14, dan 15 itu," ujar Kiai Cholil.
Kemudian, lanjutnya, setelah diwajibkan untuk berpuasa Ramadhan, Nabi Muhammad tidak lagi mewajibkan pada dirinya untuk berpuasa Ayyamul Bidh, tetapi nabi melakukannya sebagai puasa sunah, yakni puasa yang dianjurkan.
Menurut Kiai Cholil, keutamaan dari puasa Ayyamul Bidh adalah barang siapa yang mengerjakannya akan mendapatkan ganjaran seperti berpuasa selama setahun penuh.
"Nabi selalu melakukan puasa Ayyamul Bidh. Puasa ini juga disebut Ayyamul Ghurri, yang artinya kepalanya itu putih atau ubun-ubunnya putih. Itu sunah dilakukan oleh kita sampai sekarang," kata Pengasuh Pondok Pesantren Cendikia Amanah Depok ini.
Tag
Berita Terkait
-
Surabaya dalam Sebuah Perjalanan dengan Kenangan yang Tak Mungkin Terulang
-
Novel 9 November, Garis Tipis Antara Fiksi dan Realitas Pahit Kehidupan
-
Penjualan Suzuki Meroket Tajam di November 2025, Bukan Fronx Jadi Tumpuan tapi...
-
Ramalan Shio Besok 29 November 2025, Siapa yang Paling Hoki di Akhir Pekan?
-
25 November Punya Dua Penanda, Guru dan Keberanian Perempuan
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Hillary Brigitta Apresiasi Kebijakan Tanpa Batas Usia Relawan MBG: Untuk Kesetaraan Peluang Kerja
-
Sengketa Pipa Limbah Jababeka dan MAP, Jadi Alarm Kepastian Investasi di Kawasan Industri
-
Bukan Sekadar Event, Ini Cara Specteve Membuktikan Bekasi Punya Identitas Kultural
-
Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Dugaan Eksploitasi Anak
-
Kemendagri Percepat Dokumen Kependudukan Keluarga Korban Kecelakaan KRL