Scroll untuk membaca artikel
Lebrina Uneputty
Kamis, 28 Oktober 2021 | 19:25 WIB
Petugas Damkar Kota Bekasi berusaha menangkap monyet yang berkeliaran di Kompleks PAM Jatikramat, Kamis (28/10/2021).[ist]

SuaraBekaci.id - Dua ekor monyet masuk ke pemukiman warga, Kompleks PAM Jalan Tirta Sari Kelurahan Jatikramat Kecamatan Jatiasih Kota Bekasi, Rabu (27/10/2021)

Sekretariat Rukun Tetangga ( RT ) Kompleks pun langsung melaporkan Pemadam Kebakaran Kota Bekasi agar monyet tersebut diamankan dan tidak berkeliaran di sekitar warga.

6 orang Damkar pun diterjunkan mengamankan monyet liar tersebut. Namun, setelah berjam-jam berusaha menangkap, petugas gagal dan monyet pun menghilang.

Petugas yang mengenakan seragam berwarna biru dan orange dengan kelengkapan helm dan sepatu bots bahu membahu berpencar menyisir ke segala arah, akan tetapi monyet monyet tersebut belum tertangkap.

Kasi Komunikasi dan Investigasi Heri Kurnianto menjelaskan, laporan tersebut datang setelah beberapa hari terakhir warga melihat dan mendapati dua ekor monyet liar yang berkeliaran di sekitaran komplek.

“ Ya jadi ada monyet liar, sudah beberapa kali masuk ke daerah sini, tapi setiap mau ditangkap warga selalu lepas, makanya lapor ke kami.” Jelas Heri Kurnianto , Kamis (28/10/2021)

Lebih lanjut Heri menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan warga, monyet monyet tersebut sering mendatangi warga hanya untuk meminta makan dan belum ada indikasi mengganggu.

Dugaan sementara monyet-monyet tersebut kemungkinan peliharaan salah satu warga, namun belum dapat dipastikan kebenaran tersebut.

“Kami masih terus menyelidiki apakah itu monyet liar atau memang ada yang memelihara, maka dari itu kami himbau kepada warga sekitar agar segera menghubungi petugas Damkar Kota Bekasi apabila melihat kedatangan monyet itu kembali,” terang Heri lebih lanjut lagi.

Heri menjelaskan bahwa Tim yang diterjunkan untuk melakukan pencarian terhadap monyet liar tersebut adalah Regu Rescue Pleton B sebanyak 6 anggota menyusuri rumah rumah warga yang sering didatangi monyet hingga ke perkebunan pohon bambu di area belakang komplek PAM.

Kontributor : Ririn Septiyani

Load More