SuaraBekaci.id - Google mengajak penggunanya untuk memperhatikan "kesehatan digital" melalui fitur dan alat teknologi.
"Teknologi mengubah cara kita menghabiskan waktu, dan upaya Kesehatan Digital kami dapat membantu Anda memanfaatkan waktu sebaik mungkin—sehingga teknologi selaras dengan hidup Anda, tanpa gangguan yang tidak diinginkan," kata Google melalui keterangannya, Rabu (13/10/2021).
Berikut adalah sejumlah fitur yang bisa dimanfaatkan oleh pengguna Android dan layanan Google.
1. "Timer Aplikasi" di Android
Fitur ini memungkinkan pengguna untuk menetapkan batas waktu penggunaan suatu aplikasi. Setelah pengguna mencapai batas, aplikasi dan situs tersebut akan berhenti sementara dan notifikasi menjadi senyap.
2. Mode "Waktu Tidur" Android
Jadwalkan untuk waktu tidur, sehingga secara otomatis mengubah layar pengguna menjadi skala abu-abu (grayscale) dan membungkam notifikasi dengan fitur Do Not Disturb di mode waktu tidur ini.
3. Profil "Waktu Tonton" di YouTube
Profil waktu tonton memungkinkan pengguna memeriksa rata-rata waktu tonton harian. Ini juga menunjukkan berapa lama pengguna telah menonton video di YouTube dalam satu hari tersebut, kemarin, dan selama 7 hari terakhir. Fitur ini hanya tersedia di perangkat seluler.
Baca Juga: Sayuran Ini Bisa Bikin Keracunan Jika Salah Konsumsi
4. Mode "Fokus" di Android
Mode fokus memungkinkan pengguna memilih aplikasi untuk dijeda sementara. Jika pengguna ingin mematikan aplikasi yang mengganggu untuk menyelesaikan sesuatu, pengguna dapat mengaktifkan mode ini, bahkan dapat mengatur jadwal untuk mengaktifkan mode Fokus secara otomatis.
5. Mode "Do Not Disturb" di Android
Mode ini dapat membisukan suara, menghentikan getaran, dan memblokir gangguan visual. Anda dapat memilih apa yang Anda blokir dan apa yang Anda izinkan.
6. "Pengingat Istirahat" di YouTube
Setelah pengguna tahu berapa banyak waktu yang dihabiskan di aplikasi, pengguna mungkin ingin menetapkan batas. YouTube menyiapkan pengingat bagi pengguna untuk beristirahat.
Berita Terkait
-
Terorisme Lingkungan: Menuju Generasi Emas atau Generasi Cemas?
-
Penelitian Unpad: Beralih Kebiasaan Rokok ke Tembakau Alternatif Hasilkan Perbaikan Kesehatan Mulut
-
Apakah BPJS PBI yang Nonaktif Bisa Diaktifkan Kembali? Ini Langkah-langkahnya
-
Cara Cek BPJS PBI Aktif atau Tidak Lewat HP, Praktis Tak Perlu ke Kantor
-
Tak Perlu KTP DKI, Seluruh Pasien TBC Bebas Berobat di Fasilitas Kesehatan Jakarta
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Waketum MUI Jadi Saksi Meringankan Dugaan Korupsi Haji Eks Menag Yaqut Cholil
-
26 Sengketa Pilkades Bekasi, Dugaan Ijazah Palsu Mendominasi
-
Hampir 500 Petinju Ramaikan Kejurnas 2026, Hillary Brigitta Lasut Soroti Perjuangan Atlet
-
Kali Harun Menyusut Jadi 1 Meter, 4 Rumah Jadi Kendala Normalisasi
-
Pertina Akui Sulit Cari Bibit Petinju Kelas Berat, Berharap MBG Bantu Tumbuh Kembang Anak