SuaraBekaci.id - Sebuah video beredar di sosial media, pria menggunakan helm tampak membawa kapak mendatangi rumah warga, memaksa masuk dan melukai salah satu penghuni rumah di Perumahan Karanganyar Residen, Karangbahagia, Kabupaten Bekasi.
Pemilik rumah tampak panik dan berusaha berteriak minta tolong. Terdengar juga suara perempuan ikut histeris dan berteriak. Pada judul video dituliskan pemicu keributan yaitu WiFi. Setelah berhasil melukai penghuni rumah, pria dengan helm dan kapak itu pergi begitu saja.
Video ini diunggah akun @guebekasinews , Senin (11/10/2021)dengan caption:
Aksi Pembacokan Di Perumahan Karanganyar Residen Karangbahagia
LASDO (38th) menjadi korban pembacokan tetangganya sendiri dikarenakan salah faham disangka korban memakai Wifi pelaku berinisial E.
Menurut Korban saat itu pelaku menggedor gedor pagar rumahnya sambil mengacungkan kapak ke arahnya.
"Pelaku memanggilnya dari luar Pagar sambil berteriak keluar keluar dan saya keluar tiba-tiba langsung membacok saya. " Ujar Korban.
Warga yang berdatangan mencoba menolong korban dan menangkap pelaku, Namun pelaku berhasil melarikan diri.
Unggahan tersebut memancing komentar warganet. Mereka berpikir hal yang dilakukan adalah perilaku orang tak waras.
Video tersebut dapat disaksikan di SINI
Berita Terkait
-
Bye-bye Fakir Wi-Fi! 7 Tablet 4G/5G Paling "Gercep" buat Teman Kerja di 2026
-
Perlunya Jaga Lisan, Julid Doakan Tetangga Hajatan 7 Hari Malah Berakhir Duka
-
Misi Menyelamatkan Generasi Alpha: Ketika Negara Lebih Galak daripada Emak Narik Kabel WiFi
-
Kisah Pak Minta: Curi Labu Siam Demi Menu Buka Puasa Ibu yang Renta hingga Tewas Dipukuli Tetangga
-
THR untuk Anak Tetangga saat Lebaran 2026 Sebaiknya Berapa? Ini Kisaran Nominalnya
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
Menjawab Tantangan Urbanisasi: Mengapa Teknologi Kebersihan Kini Jadi Investasi Wajib?
-
Bekasi Lolos Syarat Lelang Proyek PSEL, Sampah Siap Diubah Jadi Listrik pada 2028
-
Siap-Siap Hemat Air! BMKG Prediksi Kemarau Jawa Barat Lebih Kering dan Lama
-
Ironi di Fakultas Hukum UI: Saat Tempat Belajar Keadilan Jadi Sarang Kekerasan Seksual
-
Pertina NTT Gugat Menpora: Legalitas Perbati Tak Terbukti di Persidangan, DPP Pertina Beri Dukungan