SuaraBekaci.id - Pablo Benua sebut otak pendukung Habib Bahar Bin Smith dungu. Hal itu buntut ketika Pablo menyoroti perkelahian antara Habib Bahar dan Ryan Jombang yang terjadi di dalam sel tahanan.
Melalui kanal YouTube pribadinya, Pablo menegaskan bahwa ia tidak membenci Habib Bahar secara personal.
“Saya tidak pernah sama sekali membenci personal dari pada seorang Bahar, saya tidak pernah. Yang saya tolak, yang saya anggap salah adalah perbuatan dari pada yang bersangkutan. Saya tidak ada niat karena kebencian saya terhadap seorang Bahar lalu saya membuat video begitu,” ujarnya pada Senin (23/8/2021).
Tak hanya itu, Pablo juga kembali menyatakan bahwa ia tidak membela Ryan Jombang.
Menurut Pablo, ia hanya menyayangkan aksi kekerasan yang dilakukan oleh Habib Bahar.
“Saya menyoroti kesalahan yang dilakukan oleh Bahar… Yang saya salahkan adalah perbuatan, kelakuan Bahar itu yang sangat saya sayangkan. Bukan saya menyalahkan Bahar, lalu saya bela Ryan.”
Dalam kesempatan yang sama, Pablo juga mengakui kalau ia mendapat banyak hujatan dari pendukung Habib Bahar.
Suami Rey Utami tersebut mengaku kalau ia tak akan menanggapi satu pun komentar di Instagram pribadinya.
“Saya ingin sampaikan hari ini kalau Bahar pun yang berkomentar enggak mau saya tanggapi. Saya enggak penting dengan apa yang ingin Bahar sampaikan kepada saya. Apalagi pengikutnya yang menurut saya memiliki kapasitas otak jauh di bawah Bahar begitu, cenderung dungu lah,” katanya.
Baca Juga: Siapa Ryan Jombang? Lagi Ribut dengan Habib Bahar bin Smith
Pablo juga menyebut bahwa pendukung Habib Bahar memiliki daya pikir dan kemampuan ekonomi di bawah rata-rata sehingga mudah dihasut dengan doktrin agama.
“Bala-bala bahar ini yang mengikuti Bahar ini adalah orang-orang yang memiliki taraf pengetahuan jauh di bawah rata-rata. Orang-orang yang memiliki daya pikir, taraf ekonomi yang berada di lapis bawah. Ketika cara berpikir seseorang berada di jauh rata-rata, lebih mudahlah masuk doktrin-doktrin yang dibungkus dengan agama,” paparnya.
“Pengikut Bahar bin Smith rata-rata adalah orang-orang yang memiliki taraf pemikiran jauh di bawah rata-rata. Itu menurut gua, orang kalau punya pendapat berbeda silakan, Anda boleh berkomentar. Tapi gue telah memperhatikan karakter orang-orang tersebut.”
Berita Terkait
-
Gebrakan Pablo Benua: Donasi Rp1 Miliar untuk Bangun Sekolah Hukum di Indonesia Timur
-
Diperiksa soal Kasus Penganiayaan Anggota Banser, Habib Bahar Bakal Ditahan?
-
Habib Bahar bin Smith Jadi Tersangka, Korban Bongkar Aksi Penyiksaan: Mulut Dibekap Handuk Basah
-
Tolak Wacana Polri di Bawah Kementerian, Pablo Benua: Rawan Politisasi Anggaran
-
Kuasa Hukum Sibuk, Habib Bahar Batal Diperiksa Kasus Penganiayaan Anggota Banser
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Hillary Brigitta Apresiasi Kebijakan Tanpa Batas Usia Relawan MBG: Untuk Kesetaraan Peluang Kerja
-
Sengketa Pipa Limbah Jababeka dan MAP, Jadi Alarm Kepastian Investasi di Kawasan Industri
-
Bukan Sekadar Event, Ini Cara Specteve Membuktikan Bekasi Punya Identitas Kultural
-
Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Dugaan Eksploitasi Anak
-
Kemendagri Percepat Dokumen Kependudukan Keluarga Korban Kecelakaan KRL