SuaraBekaci.id - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Ali Mochtar Ngabalin cibir Rocky Gerung. Bahkan Rocky Gerung sebut otak dan hati Rocky gerung korslet.
Ngabalin terbuka menyerang pribadi Rocky melalui akun media sosial pribadinya.
“Kita doakan profesor abal-abal yang tukang nyinyir ini semoga cepat menikah dan berkeluarga. (Sebab) dengan begitu, dia akan sehat dan waras,” tulis Ngabalin dengan menyertakan video yang menampilkan wajah Rocky Gerung.
Ngabalin menilai Rocky Gerung memang dikenal sebagai sosok yang kerap nyinyir kepada lawan politiknya—termasuk ke Presiden Jokowi maupun dirinya sendiri. Itulah mengapa, dia meminta masyarakat memaafkan perilaku Rocky Gerung yang menurutnya sama sekali tak beradab.
“Sementara kita harus maafkan dia karena otak dan hatinya ada beberapa saluran yang putus dan korslet. Makanya enggak tenang kalau dia enggak nyinyir,” pintanya.
Mengapa Ngabalin serang Rocky Gerung di medsos?
Ada anggapan bahwa tulisan Ngabalin kurang pantas lantaran menyinggung ranah pribadi seseorang.
Namun, dia mengklaim, keputusannya mengunggah hal tersebut di media sosial bukannya tanpa alasan.
“Saya itu dibilang Adimakadungu. Itu artinya ada yang korslet gitu, kenapa korslet karena tadi, terjadi dalam diri dia itu apa yang disebut dengan personality disorder. Ada gangguan pribadi atau sering disebut bipolar,” terangnya.
Baca Juga: Petisi Desak Presiden Pecat Firli Bahuri, Ali Mochtar Ngabalin : Presiden Jokowi Sibuk
Lebih jauh, Ngabalin menyebut semua hal tentang pemerintah salah di mata Rocky Gerung, termasuk dirinya yang mengaku disebut dungu.
Ngabalin juga geram lantaran ‘wajahnya’ selalu dijadikan indikator keberantakannya istana.
“Tidak ada yang benar dan baik yang dilakukan oleh pemerintah, semuanya salah dan berantakan. Presiden Jokowi dibilang dungu, saya dibilang Adimakadungu,” kata Ngabalin.
Berita Terkait
-
Menjinakkan Akal Sehat: Mengapa Rocky Gerung Lembek di Era Prabowo?
-
Debat Feri Amsari vs Rocky Gerung: Soroti Konflik Jagungisasi di Desa
-
Debat Panas Rocky Gerung vs AMPB Soal Hukuman Mati Koruptor hingga Risiko Salah Eksekusi
-
Rocky Gerung Sebut Eksaminasi Putusan Kerry Riza Uji Cara Berpikir Penegak Hukum
-
Lepas dari Orde Baru, Indonesia Belum Berani Masuk Rumah Demokrasi
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- Buruh di Jogja Geruduk Kantor Gubernur DIY, Tantang Sultan Buktikan Keistimewaan untuk Pekerja
- KPK Ungkap Riwayat Tanah Kavling Pesantren Darul Istiqamah Maros, Minta Hak Warga Dituntaskan
- Cegah Papua Jadi 'Sudan Kedua', Pemerintah Diminta Tarik Pendekatan Militeristik dan Buka Dialog
- 5 Eye Cream Kemasan Jar untuk Bikin Area Mata Tampak Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
Terkini
-
BRI Dorong Ekosistem Perumahan, Salurkan KPP Rp427,5 Miliar kepada 1.619 Debitur
-
Jelang Pilkades Serentak 2026, Ini Pesan Tegas Kapolres ke Calon Kades
-
Jakarta Bersih-bersih Kabel Semrawut Lewat Gerakan 5M
-
Buruh Minta Naik! Ini Bocoran Formula dan Kisaran Upah Minimum 2027
-
Dukung Kemajuan Olahraga Nasional, BRI Raih Penghargaan Indonesia Sports Industry of the Year 2026