Kusnanto juga mengatakan sudah membuka satu lantai khusus pasien Covid 19 dan telah disediakan puluhan tempat tidur.
"Terus hari ini saya masih melihat tambahan pasien yang datang ke RSUD, kita coba buka satu lantai lagi sebanyak 45 tempat tidur," katanya.
"Jadi kurang lebih bisa mencapai 400 tempat tidur dari 600 kapasitas yang ada di RSUD Kota Bekasi," lanjutnya.
Untuk pasien bukan Covid 19, lanjut Kusnanto, pihaknya hanya menyediakan 200 kasur perawatan.
"Yang 200 nya kita peruntukkan untuk pasien-pasien yang noncovid,"katanya.
Dia juga menjelaskan bahwa pendirian tenda darurat berfungsi untuk triase sebelum pasien dilakukan tindakan setelah mengetahui pasien terpapar Covid-19 atau tidak.
"(Awalnya) Kapasitas bed yang kita sediakan di Triase adalah 30 bed. (lalu) Saya tutup satu lorong untuk penambahan bed triase, sebanyak 15 tempat tidur di lorong itu," katanya.
Jika RSUD Kota Bekasi sudah tidak bisa menampung, Kusnanto mengatakan akan mengalihkan pasien ke rumah sakit tipe D dan rumah sakit swasta yang ada di Kota Bekasi.
"Iya, kita alihkan ke rumah sakit lain. Kita kerja sama dengan rumah sakit tipe D ada empat, kemudian rumah sakit swasta yang ada di kota Bekasi," jelasnya.
Baca Juga: Anies Baswedan : Alarm Tanda Bahaya Itu Telah Dibunyikan
Dia juga menyebut kasus kematian mencapai 8 persen dari total pasien yang ditangani di RSUD Kota Bekasi.
"Angka kematian di RSUD hanya 7 persen hingga 8 persen dari total yang dirawat. 600 sampai 700 (pasien) itu total yang di rawat," jelasnya.
Pantauan SuaraBekaci.id, terdapat beberapa orang yang sedang melakukan registrasi sebelum dimasukan ke tenda triase darurat.
Terlihat juga pasien yang duduk di kursi roda dengan infus dilengannya dan bagian hidungnya terpasang alat bantu pernapasan oksigen.
Berita Terkait
-
Skandal Sertifikat Vaksin Covid-19 Palsu, Granit Xhaka Kena Denda Rp3,2 Miliar
-
KPK Dalami Pembelian Volvo Ridwan Kamil yang Pernah Dipakai Saat Pelantikan Pj Gubernur Jabar
-
KPK Dalami Dugaan Aspri Ridwan Kamil Jadi Penampung Aliran Uang Kasus Bank BJB
-
Kisah Sukses Zulhaida Sitanggang, Mampu Sulap Sampah Pasar Jadi Usaha Beromzet Jutaan Rupiah
-
KPK Panggil Asisten Pribadi Eks Gubernur Jabar Ridwan Kamil
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- 7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Apa Penyebab Truk Molen Tabrak Halte di Bekasi, 6 Orang Tewas
-
Polresta Bogor Minta Maaf soal Intimidasi Jurnalis, Anggota Polisi Dijatuhi Sanksi
-
Seret Nama Pejabat ATR/BPN hingga Politisi, Ini Fakta Terbaru Kasus Korupsi Summarecon
-
Bikin Polusi Udara Parah, Pabrik Arang di Bekasi Disegel
-
Waketum MUI Jadi Saksi Meringankan Dugaan Korupsi Haji Eks Menag Yaqut Cholil