SuaraBekaci.id - Perusahaan travel memiliki cara agar angkutannya dapat lolos dari penyekatan mudik. Yakni, dengan memberikan bonus layanan tes antigen bagi penumpangnya.
Cara tersebut terbukti dapat membuat mobil travel lolos dari penyekatan mudik Lebaran 2021. Hal itu terjadi saat dua mobil travel lolos dari penyekatan mudik Lingkar Gentong, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya pada Jumat (7/5/2021).
Mobil travel rute Bandung-Tasikmalaya bisa lolos penyekatan mudik setelah sopir dan penumpangnya menunjukkan hasil tes antigen negatif Covid-19.
Harga travel tersebut lebih tinggi dari normal. Untuk rute Bandung-Tasikmalaya, ongkos yang dipatok sebesar Rp210 ribu.
Salah seorang pemudik yang merupakan penumpang travel, Muhaemin (43) mengatakan, dia tak mempersoalkan biaya yang mahal. Asalkan, dia bersama rekan-rekannya bisa mudik ke kampung halaman di Tasikmalaya.
"Enggak apa-apa mahal juga yang penting bisa pulang Lebaran, Pak. Iya ongkosnya Rp210 ribu dari Bandung ke Tasikmalaya dengan bonus surat keterangan tes negatif antigen," katanya dilansir dari AyoBandung.com -- jaringan Suara.com, Jumat (7/5/2021).
Sopir mobil travel, Andi menyatakan kalau dia membawa tujuh penumpang dari Bandung ke Tasikmalaya. Dia lolos dari pos penyekatan mudik.
"Alhamdulillah lolos dari 2 pos penyekatan di Cileunyi dan Gentong," ungkapnya.
"Ternyata bisa dan lolos dari beberapa pos penyekatan asalkan penumpang dibekali tes antigen negatif. Ini surat keterangan tes antigennya dari seorang dokter di Bandung," sambung Andi.
Baca Juga: Cerita Sopir Mobil Travel yang Lolos dari Penyekatan Mudik
Berita Terkait
-
Skandal Suap dan Gratifikasi Rp2,5 Miliar! Ketua dan Wakil PN Depok Segera Disidang di Bandung
-
Bocor! Eks Real Madrid dan AFC Ajax Disebut Bakal Gabung Persib Bandung
-
Kata-kata Mike van der Hoorn yang Dirumorkan Gabung Persib Bandung
-
Polisi Tegaskan Taufik Hidayat Ditangkap, Bukan Menyerahkan Diri Seperti Narasi Viral
-
3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Pilkades Serentak Bekasi 2026 Diundur
-
Motor Dicuri, Driver Ojol Tak Menyangka Polisi Lakukan Hal Ini
-
Meikarta Jadi Hunian Rakyat, Lippo Group Segera Serahkan Lahan ke Negara
-
Modal Pistol Korek Api, Mahasiswa di Bekasi Nekat Rampok Minimarket Rp12 Juta
-
Geger Pelecehan Seksual Terhadap Anjing di Pet Shop Penjaringan