SuaraBekaci.id - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi memberikan tanggapan terkait dengan peristiwa warga dilarang menggunakan masker di Masjid Al Amanah, Medan Satria, Kota Bekasi, yang viral di media sosial.
Rahmat Effendi menyatakan, pihaknya menyesalkan peristiwa warga dilarang menggunakan masker saat hendak salat di masjid tersebut.
Pasalnya, kata dia, Pemkot Bekasi telah menerapkan standar pengendalian Covid-19 di kegiatan umum dan sarana-sarana rumah ibadah. Hal itu pun tercermin dari pelaksanaan Salat Idulfitri 2020 dimana Pemkot Bekasi meminta setiap masjid membentuk panitia untuk memastikan penerapan protokol kesehatan Covid-19.
"Pertama kita menyesalkan, bahwa sejak maret 2020 Pemerintah Kota Bekasi itu sudah punya standar pengendalian Covid-19, baik di kegiatan umum maupun juga di sarana-sarana rumah ibadah. Bahkan pada saat kita melaksanakan Idulfitri 2020, kita minta di masjid itu ada panitia-panitia untuk supaya prepare terhadap prokes Covid-19. Saya wali kota Bekasi menyesalkan kejadian di salah satu rumah ibadah, di Tanah Apit Medan Satria," kata Rahmat di Bekasi, Senin (3/5/2021).
Dia menyatakan, semua pihak memiliki tanggung jawab yang sama dalam pengendalian Covid-19 untuk menerapkan protokol kesehatan.
"Maka kalau orang prokes-prokes itu kita ini sangat konsisten menerapkan prokes. Makanya sampai dengan Senin tadi, apel, 98 persen adalah angka kesembuhan. 0,79 kasus aktif. Artinya sudah sangat jauh di bawah," ujarnya.
Rahmat berharap agar tidak ada lagi peristiwa serupa di Kota Bekasi.
"Bahwa prokes dalam rangka pengendalian Covid-19 wajib bagi kita untuk sama-sama kita laksanakan," katanya.
Dirinya sudah mendapatkan laporan dari pihak kepolisian dan camat setempat bahwa perisitwa itu telah diselesaikan melalui silaturahmi kekeluargaan.
Baca Juga: Pengurus Masjid di Bekasi yang Usir Jemaah Bermasker Sudah Sering Ditegur
Pihak pengurus Masjid Al Amanah dan warga yang sempat dilarang menggunakan masker saat hendak salat telah bersepakat untuk tidak membawa persoalan ini ke jalur hukum.
"Mudah-mudahan ini kesalahpahaman ya, tapi saya malam mendapatkan laporan dari pak kapolsek, camat bahwa sudah selesai dari aspek yuridisnya, mudah-mudahan tidak terjadi lagi," katanya.
Berita Terkait
-
Viral Pakai Tabung Oksigen di Palangka Raya, Menkes Langsung Klarifikasi
-
Viral Video Balita Ditinggal di Tenda Gunung Prau, Mengapa Kita Tak Boleh Asal Menghakimi?
-
Kronologis Siswa SMA Serang Guru dengan Kampak: Disaksikan Publik Lewat Live Facebook
-
Terlalu Sempurna untuk Menjadi Nyata: Cerita AI yang Rusak Kepercayaan Warga Threads
-
Kemarahan Dedi Mulyadi ke Warga Ciamis Viral ke Internasional: Gubernur Naik Pitam
Terpopuler
- Cara Menghilangkan Iklan yang Tiba-Tiba Muncul di Layar HP Android Tanpa Aplikasi Tambahan
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- 4 Moisturizer Skintific untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
Terkini
-
26 Sengketa Pilkades Bekasi, Dugaan Ijazah Palsu Mendominasi
-
Hampir 500 Petinju Ramaikan Kejurnas 2026, Hillary Brigitta Lasut Soroti Perjuangan Atlet
-
Kali Harun Menyusut Jadi 1 Meter, 4 Rumah Jadi Kendala Normalisasi
-
Pertina Akui Sulit Cari Bibit Petinju Kelas Berat, Berharap MBG Bantu Tumbuh Kembang Anak
-
BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Rp1 Triliun, Tegaskan Optimisme Pertumbuhan