SuaraBekaci.id - Terduga Teroris Bekasi Bambang Setiono (BS) merencanakan untuk melakukan aksi penyerangan bom kepada etnis Tionghoa. Hal itu dia ungkapkan melalui sebuah video berdurasi 1 menit 58 detik.
Terduga teroris Bambang Setiono juga mengaku berencana melakukan penyerangan bom kepada toko usaha etnis tionghoa.
Selain itu, Bambang Setiono juga berencana melakukan penyerangan menggunakan ketapel dan peluru gotro jika terjadi kerusuhan.
"Merencanakan aksi pelemparan bom kepada orang Cina dan toko usaha Cina. Merencanakan aksi penyerangan memakai ketapel dan peluru gotri jika terjadi kerusuhan saat demo," katanya melalui video dikutip Suara.com, (3/4/2021).
Bambang Setiono merupakan terduga teroris yang ditangkap Densus 88 Antiteror Polri di Bekasi, Jawa Barat. Bambang Setiono mengklail sebagai simpatisan FPI sejak Desember 2020. Dia juga merencanakan penyerangan di sebuah SPBU menggunakam bom molotov.
Serangan itu rencananya dilakukan agar Habib Rizieq Shihab dibebaskan oleh pemerintah.
Rencana Bambang yaitu membuat molotov dari bahan black powder yang diperoleh dari rekannya di Sukabumi, Zulaimi Agus.
Bambang melanjutkan, pembuatan bahan peledak oleh Zulaimi Agus berdasarkan perintah Husein Hasny. Husein sendiri merupakan terduga teroris yang dicokok di kawasan Condet, Jakarta Timur.
"Mengetahui pembuatan bahan HCL03 oleh julaeni agus atas perintah habib Husein Husni di Condet," sambungnya.
Baca Juga: Terduga Teroris Bekasi Ingin Bom Pom Bensin Tuntut Habib Rizieq Bebas
Bambang menyebut bahwa Husein Hasny juga mempunyai rencana menyerang anggota kepolisian menggunakan air keras.
"Mengetahui rencana penyerangan air keras oleh Habib Husein Husni kepada petugas kepolisian. Berencana mengajarkan laskar-laskar FPI cara membuat bahan aceton," kata dia.
Berita Terkait
-
Glodok Sepi, Trauma Kerusuhan 1998 Hantui Warga Tionghoa di Jakbar
-
Mencekam saat Kerusuhan di Jakarta, Warga Glodok Takut Kejadian 98 Terulang
-
Unik! Masjid Arab di Tengah Pecinan Makassar, Jemaahnya Hanya Pria
-
Melihat Ritual Sang Sin Jelang Imlek di Semarang
-
Kisah Haru Perwira Pertama Keturunan Etnis Tionghoa Abdikan Diri Jadi Dokter Militer
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Waketum MUI Jadi Saksi Meringankan Dugaan Korupsi Haji Eks Menag Yaqut Cholil
-
26 Sengketa Pilkades Bekasi, Dugaan Ijazah Palsu Mendominasi
-
Hampir 500 Petinju Ramaikan Kejurnas 2026, Hillary Brigitta Lasut Soroti Perjuangan Atlet
-
Kali Harun Menyusut Jadi 1 Meter, 4 Rumah Jadi Kendala Normalisasi
-
Pertina Akui Sulit Cari Bibit Petinju Kelas Berat, Berharap MBG Bantu Tumbuh Kembang Anak