SuaraBekaci.id - Kata Ghosting atau menghilang tanpa kabar ramai jadi pembicaraan warganet. Bahkan, sempat bertengger di trending topik twitter pada Minggu (7/3/2021).
Hal itu menyusul kabar dugaan anak Presiden Joko Widodo atau Kaesang Pangarep disebut-sebut melakukan ghosting kepada Felicia Tissue.
Kaesang disebut Ghosting oleh ibunda Felicia, Meilia melalui sejumlah unggahan di instagram.
Lantas, apa itu ghosting?. Berikut penjelasannya.
Istilah ghosting kerap dihubungkan dengan persoalan asmara. Ghosting identik dengan citra yang negatif juga buruk.
Orang yang menjadi korban ghosting, cenderung mengalami sakit hati.
Melansir dari laman Your Tango Terdapat beberapa situasi yang dinilai mengizinkanmu untuk menjadi pelaku ghosting.
Ini tujuh alasan Ghosting:
1.Dia tidak mau memberikan kejelasan
Baca Juga: Hits Lifestyle dan Kesehatan: Atasi Perut Bergelambir, Apa Itu Ghosting?
Jangan ragu untuk lebih dulu melakukan ghosting jika dia tidak mau memberikan kejelasan. Bukan cuma dalam hal asmara, ini juga berlaku untuk urusan pertemanan.
Jika temanmu suka mengabaikanmu atau tidak lagi peduli padamu, kamu bebas untuk pergi alih-alih merasa sakit hati.
Ingat, kamu berhak dihormati dan mendapat penjelasan dari orang-orang yang sudah menyakitimu.
2.Mereka berbohong
Mungkin, kamu adalah tipe orang yang tidak suka dibohongi. Jika tidak, kebohongan yang dia lakukan tergolong parah.
Jika hal ini terjadi, kamu boleh meninggalkannya tanpa penjelasan. Seharusnya, mereka juga paham kenapa kamu sakit hati.
3.Mereka suka melakukan kekerasan atau pelecehan
Jika teman atau kekasihmu mendadak melakukan kekerasan atau pelecehan, jangan ragu untuk meninggalkannya tanpa kabar.
Biasanya, orang-orang macam ini punya kecenderungan bersifat obsesif. Daripada tersakiti, jauh lebih baik jika kamu menjadi pelaku ghosting. Besar kemungkinan, dia juga tidak akan mendengarkan penjelasanmu.
4.Kamu dan dia belum pernah bertemu di dunia nyata
Situasi ini berlaku baik dalam hal kencan maupun pertemanan. Jika kamu hanya mengenalnya lewat dunia maya dan merasa ragu, kamu berhak memutuskan hubungan.
Itu sah-sah saja dilakukan, terlebih jika ada kemungkinan bahwa orang yang kamu temui di dunia maya tidak benar-benar peduli padamu.
5.Ada kejadian buruk di kencan pertama
Kamu boleh memutuskan kontak jika kencan pertama kalian tidak berjalan lancar. Misalnya saja, orang yang kamu temui berlaku tidak sopan atau membuatmu sakit hati.
Hal ini perlu kamu lakukan sebelum terjebak lebih dalam dengan seseorang yang salah.
6.Kamu punya firasat buruk soal dirinya
Ada kalanya, kamu harus mendengarkan firasat buruk yang ada. Dengan begitu, kamu bisa menghindari drama atau menjadi korban hubungan tidak sehat.
Firasat buruk muncul bukan tanpa alasan. Jika kamu punya firasat bahwa dia akan melakukan hal-hal buruk, maka ikutilah kata hatimu.
Mungkin saja, dia sudah mengatakan atau melakukan sesuatu yang membuatmu tidak nyaman. Hanya saja, kamu belum benar-benar menyadarinya.
7.Mereka sudah melanggar batas
Setiap orang punya batasan mereka masing-masing. Jika orang yang baru pertama kali kamu temui sudah melanggar batas, kamu berhak meninggalkannya.
Dengan begitu, kamu tidak membuang-buang tenaga dan bisa menghindari rasa kecewa di masa depan.
Tag
Berita Terkait
-
Rakorda PSI Kota Depok Dihadiri Kaesang, Targetkan 6 Kursi DPRD
-
Jokowi Diprediksi Tolak Geser Kaesang dari Ketum PSI, Pengamat: Jaga Marwah dan Karier Anaknya
-
Ulasan Film Ghosting: Hiburan Lengkap Horor Komedi yang Sangat Menyentuh
-
Novel Ghosting Writer: Ketika Popularitas Dibalap oleh Pesaing Misterius
-
Survei: Skor Kepemimpinan Gibran Cuma 4,4, Kompetensi Terendah Kedua
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
- Kenapa Deretan Musisi Mundur dari Rans Carnival Jogja? Ini Kronologinya
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Polresta Bogor Minta Maaf soal Intimidasi Jurnalis, Anggota Polisi Dijatuhi Sanksi
-
Seret Nama Pejabat ATR/BPN hingga Politisi, Ini Fakta Terbaru Kasus Korupsi Summarecon
-
Bikin Polusi Udara Parah, Pabrik Arang di Bekasi Disegel
-
Waketum MUI Jadi Saksi Meringankan Dugaan Korupsi Haji Eks Menag Yaqut Cholil
-
26 Sengketa Pilkades Bekasi, Dugaan Ijazah Palsu Mendominasi