SuaraBekaci.id - Penyidik Polres Metro Bekasi Kota belum memeriksa oknum lurah di Bekasi berinisial RJ yang diduga melakukan tindakan asusila. RJ diduga meremas payudara serta memegang bagian tubuh lain seorang perempuan penjaga warung berinisial ER.
Wakapolres Metro Bekasi Kota AKBP Alfian Nurizzal mengatakan saat ini sudah sebanyak tujuh saksi yang diperiksa. Dia menjelaskan, pemeriksaan dilakukan berdasarkan laporan kepolisian bernomor LP/2785/K/XII/2020/SPKT/Restro Bekasi Kota.
Alfian mengatakan RJ akan diperiksa setelah seluruh saksi. Hal itu dilakukan untuk mengumpulkan alat bukti dari keterangan para saksi.
"Karena kita kan harus melengkapi dua alat bukti. Kita harus melihat keterangan saksi-saksi dulu betul nggak jam sekian gini gini gini. Habis itulah kita akan gelar nanti, menggali keterangan daripada yang terduga itu," kata Alfian, Kamis (4/3/2021) malam.
Kendati demikian, dia memasitkan bahwa oknum lurah yang bertugas di salah satu kelurahan di Bekasi Selatan itu akan diperiksa.
"Oh pasti akan kita mintai keterangan," ujarnya.
Dia menerangkan, pihaknya belum memeriksa lurah terkait dengan laporan yang disampaikan pada bulan Desember 2020 itu karena sejumlah alasan.
"Masih dalam penyelidikan. Tidak semua saksi yang kita minta keterangan itu datang. ada yang masih ada alasan tidak bisa dimintai keterangan akhirnya seminggu kemudian dua minggu kemudian baru datang. Kita kan harus menyesuaikan dengan waktu mereka," ujarnya.
Untuk diketahui, dugaan tindakan asusila tersebut dilaporkan terjadi pada 8 Desember 2020. Peristiwa bermula saat penjaga warung kopi berinisial ER tengah mengantar es teh manis, pesanan staff RJ.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Kota Bekasi Jumat 5 Maret 2021
Saat masuk ke dalam kantor kelurahan, RJ langsung mendekatinya dan memegang bagian tubuh ER sambil memesan es teh manis.
Lalu, ER mengantar es teh manis ke ruangan RJ. Saat itu, ruangan tersebut kosong.
Saat hendak keluar dari kantor lurah tersebut, ER tidak bisa membuka pintu. Lalu, RJ memintanya untuk duduk di sebelahnya. ER menolak permintaan RJ.
Kemudian, RJ memegang tangan ER dan digesekkan ke arah alat kemaluannya.
ER merasa tidak tenang dan berupaya keluar dari ruangan RJ namun pintu terkunci.
Kemudian, RJ mendekatinya dan meraba bagian dada dan bokong korban dari arah belakang. ER terus mendesak untuk keluar dari ruangan tersebut. Akhirnya, RJ meminta stafnya untuk membukakan pintu.
Berita Terkait
-
Wali Kota Janjikan Halte Transjabodetabek Bekasi Setara Milik Jakarta
-
Demi Armada Sampah Lancar, Wali Kota Bekasi Lobi DKI Bangun Dua Flyover
-
DKI Jakarta dan Bekasi Perpanjang Kerja Sama Bantargebang, Kompensasi Disepakati Rp 362 Miliar
-
Penumpang Transjabodetabek Melonjak, Pramono Siap Guyur Anggaran Bangun Halte di Bekasi
-
Kali Bekasi Kembali Menghitam dan Berbusa
Terpopuler
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- Ini 3 Pilihan Terbaik HP Snapdragon Termurah dengan Layar AMOLED
- Lagu Runaway Menggema di SUGBK, Jadi Penutup Konser Kanye West di Jakarta
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
26 Sengketa Pilkades Bekasi, Dugaan Ijazah Palsu Mendominasi
-
Hampir 500 Petinju Ramaikan Kejurnas 2026, Hillary Brigitta Lasut Soroti Perjuangan Atlet
-
Kali Harun Menyusut Jadi 1 Meter, 4 Rumah Jadi Kendala Normalisasi
-
Pertina Akui Sulit Cari Bibit Petinju Kelas Berat, Berharap MBG Bantu Tumbuh Kembang Anak
-
BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Rp1 Triliun, Tegaskan Optimisme Pertumbuhan