SuaraBekaci.id - Pemkab Karawang telah menetapkan status tanggap darurat banjir sejak 8 Februari hingga 21 Februari 2021. Dengan kondisi saat ini, pemerintah daerah setempat akan memperpanjang hingga 14 hari ke depan. Hal itu disampaikan Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati.
Dia mengatakan, BNPB telah memberikan sejumlah dukungan untuk penanganan banjir di Kaupaten Karawang.
"BNPB telah memberikan dukungan berupa pendampingan pos komando penanganan banjir, bantuan dana siap pakai sebesar Rp250 juta, masker 10.000 buah, selimut 80 buah dan lampu garam 300 buah. BNPB juga mendukung 1 perahu karet dan 10 buah pelampung yang dibutuhkan saat evakuasi warga," kata Raditya Jati melalui keterangan tertulis yang diterima SuaraBekaci.id, Minggu (21/2/2021).
Berdasarkan pantauan Tim Reaksi Cepat (TRC) BNPB, kata dia, terdapat sebanyak 34 desa di 15 kecamatan terdampak banjir Kabupaten Karawang pada pada Sabtu (20/2/2021), pukul 22.00 WIB.
Sebanyak 15 kecamatan terdampak yaitu Kecamatan Rengasdengklok, Telukjambe Barat, Tirtajaya, Pedes, Cikampek, Purwasari, Ciampel, Pangkalan, Klari, Tempuran, Tirtamulya, Jatisari, Rawamerta, Karawang Barat dan Cilamaya Wetan.
"Warga terdampak mencapai 9.331 KK atau 28.329 jiwa, sedangkan 1.075 KK atau 4.184 jiwa mengungsi. Banjir mengakibatkan 8.539 unit rumah terendam dan sejumlah infrastruktur terdampak. Petugas di lapangan masih terus melakukan pendataan lanjutan," katanya.
Raditya Jati menyatakan bahwa banjir yang merendam wilayah Kabupaten Karawang disebabkan karena curah hujan intensitas tinggi dan luapan Sungai Citarum.
Dalam proses penanganan banjir, BPBD Kabupaten Karawang bersama TNI, Polri dan organisasi perangkat daerah terkait serta sukarelawan membantu evakuasi warga di lokasi terdampak. BPBD juga mengoperasikan dapur umum untuk penyedian kebutuhan nutrisi warga terdampak.
Menurutnya, tidak semua korban banjir mengungsi menuju titik pengungsian. Sebagian warga mengungsi ke rumah kerabat, masjid dan hotel.
Baca Juga: Tanggul Sungai Citarum Jebol, 5 Rumah di Pebayuran Bekasi Hanyut
"Kondisi terakhir terpantau banjir masih menggenangi rumah-rumah warga. Penerangan listrik PLN dan suplai air dari PDM di Kabupaten Karawang masih dalam kondisi padam. Selain itu, jumlah masyarakat terdampak, pengungsi dan pelayanan dapur umum yang dikelola secara mandiri oleh warga belum terdata semua," kata Raditya Jati.
Sementara itu terkait dengan banjir di Kabupaten Bekasi, kata dia, sebanyak empat desa di Kecamatan Pebayuran terdampak peristiwa tanggul Sungai Citarum jebol pada Minggu (21/2/2021) pukul 01.00 WIB.
Empat desa terdampak tersebut yakni Desa Sumberurip, Desa Bantasari, Desa Karangsegar dan Desa Sukaurip.
"Banjir mengakibatkan 5 unit rumah hanyut. Petugas BPBD Kabupaten Bekasi melaporkan tinggi muka air antara 100 hingga 250 cm," kata Raditya Jati.
Raditya Jati menyatakan, BPBD Kabupaten Bekasi telah mengidentifikasi kebutuhan mendesak penanganan darurat. Seperti bambu, karung, mie instan, air mineral, makanan siap saji, obat-obatan, vitamin, perahu evakuasi, mesin perahu, tali tambang dan lampu tembak.
Berita Terkait
-
64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla di Indonesia
-
94 Orang Meninggal di Pengungsian Gempa NTT, DPR Desak Audit Besar-besaran
-
Bencana Alam Tak Bisa Dihitung dengan Kalkulator
-
Ruang Raya Karawang 2026 Bakal Digelar Pekan Ini
-
Gunung Anak Krakatau Masih Berstatus Siaga Level III, Potensi Erupsi Lanjutan Masih Tinggi
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Viral Video Ulama Houthi Serukan Serangan ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
- 6 HP Samsung Terbaik 2026! Mulai dari Kelas Flagship Hingga Entry-level
Pilihan
-
KPK OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena
-
KPK Geledah Rumah Mewah Polisi Yayat Sudrajat di Depok, Terkait Kasus Suap Bekasi
-
Silmy Karim Kritik KPK! Bandingkan Nasibnya dengan Nusron Wahid
-
Perang Dunia III Nyaris Meledak! AS Mau Serang Kapal China Ternyata AI-nya Salah
-
Petaka 2 Batang Kayu Jati: Ayah Dibui demi Sesuap Nasi, Anak di Bojonegoro Mogok Sekolah Dibully
Terkini
-
BRI Dorong Ekosistem Perumahan, Salurkan KPP Rp427,5 Miliar kepada 1.619 Debitur
-
Jelang Pilkades Serentak 2026, Ini Pesan Tegas Kapolres ke Calon Kades
-
Jakarta Bersih-bersih Kabel Semrawut Lewat Gerakan 5M
-
Buruh Minta Naik! Ini Bocoran Formula dan Kisaran Upah Minimum 2027
-
Dukung Kemajuan Olahraga Nasional, BRI Raih Penghargaan Indonesia Sports Industry of the Year 2026