SuaraBekaci.id - Usulan Politikus Partai Demokrat Rachland Nashidik untuk mengubah Gedung Kemensos menjadi Museum untuk mengingat korupsi bansos oleh kader PDIP pada era kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendapatkan beragam komentar dari warganet.
Sejumlah warganet pun menyinggung soal proyek Hambalang dalam mengomentari cuitan Rachland Nashdik.
"Saya sarankan untuk @RachlanNashidik alangkah baiknya hambalang yang mangkrak. Diubah jadi museum, biar anak cucu kita tahu. Sukur2 bisa jadi tempat wisata," tulis @Aby**** mengomentari cuitan Rachland Nashidik.
"Mantap sekali. Bagusnya sih Hambalang saja dijadikan mesium terlebih dahulu. Mesium "Katakan tidak pada korupsi," tulis akun @has******.
"Setuju pake banget,kalau perlu bikin museum khusu untuk menampilkan wajah wajah koruptor dari masa ke masa,efek jera buat para pelaku," tulis @Ceb*****.
Warganet lainnya memberikan komentar bahwa tidak sewajarnya gedung institusi negara diganti.
"Enggak setuju Om. Gedung institusi negara gak bisa buat maenan. Gonta-ganti seenaknya. Gak pernah individu politikus dianggap wakilin partai secara keseluruhan. Sesat nalar, namanya!," tulis @Ste*****.
Rachland Nashidik melempar wacana bagiamana jika gedung Kemensos diubah menjadi museum.
"Nanti, rejim berganti, bagaimana bila gedung Kemensos kita ubah fungsinya jadi museum?. Untuk mengingat korupsi Bansos oleh kader PDIP di masa Presiden Jokowi, kata Rachland Nashidik melalui akun twitternya, @RachlanNashidik, Rabu (17/2/2021).
Baca Juga: Rachland Nashidik Usul Museum untuk Kenang Korupsi Bansos oleh Kader PDIP
Dia juga menyatakan, museum itu bisa ditambah dengan menyertakan rongsok bus bekas TransJakarta.
"Bisa ditambah apik dengan menyertakan rongsok bus bekas Transjakarta yang dibeli oleh Gubernur Jokowi. Setuju?," tanya Rachland pada ujung cuitan.
Tag
Berita Terkait
-
Dari Paskibraka hingga Penerjun, Prabowo Jamu Petugas Upacara HUT RI di Hambalang
-
KPK Cecar Pejabat Bulog, Dalami Pembentukan Harga Beras dalam Kasus Korupsi Bansos
-
Dipanggil KPK soal Kasus Bansos Beras, Rudy Tanoe Minta Pemeriksaan Diundur
-
Mangkir dari Pemeriksaan Kasus Bansos Beras PKH, KPK Minta Rudi Tanoe Kooperatif
-
Kopdes Merah Putih Berpotensi Jadi 'Hambalang Kecil', Masa Depan Desa Digadaikan
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
Hati-hati Terjebak Macet! Puncak Arus Balik Libur Maulid Nabi di Jakarta Terjadi Hari Ini
-
Setelah Hampir 10 Tahun Merantau, Yuni Lestari Akhirnya Dipertemukan dengan Ibunya oleh BRI
-
BRI Perkuat Koneksi Finansial Indonesia-Taiwan melalui BRImo Taiwan
-
Jakarta Sering Disalahkan, Studi Terbaru ITB Bongkar Penyebab Asli Polusi Jabodetabek
-
BRI Group Borong Enam Penghargaan, Hery Gunardi Raih Best CEO Finance Asia 2026