SuaraBekaci.id - Jalur Kalimalang yang berada di bawah Kolong Tol JORR (Jakarta Outer Ring Road), Bekasi Barat, Kota Bekasi menjadi langganan banjir selama beberapa tahun kebelakang.
Pemkot Bekasi melakukan pengalihan arus lalu lintas setiap lokasi tersebut terendam banjir. Pengendara dari arah Kota Bekasi yang hendak menuju arah Jakarta bakal dialihkan untuk melintas melalui pusat bisnis Grand Kota Bintang, Bekasi Barat.
Akses untuk melintasi jalan itu kerap ditutup setiap banjir merendam. Teranyar, jalan yang menjadi penghubung Bekasi dan Jakarta itu terendam banjir kemarin, Minggu (24/1/2021).
Jalur Kaliamlang di bawah Kolong JORR Bekasi tersebut relatif lebih rendah dibandingkan jalan lain yang ada di sekitarnya.
Apakah Pemkot Bekasi berencana menutup jalan tersebut ?
Selama beberapa waktu terakhir, pengendara dari arah Jakarta tidak diperkenankan melintas di Kolong JORR Kalimalang saat hendak ke arah Bekasi. Pengedara akan dialihkan belok ke kiri dan berputar melewati sisi Jalan Tol JORR di Bekasi Barat.
Sebaliknya, pengendara dari arah Bekasi yang hendak ke Jakarta tidak perlu memutar dan dapat langsung melintas di jalan yang rendah tersebut.
Saat banjir merendam, pengedara dari arah Bekasi dialihkan untuk melewati jalur kendaraan dari arah Jakarta dengan masuk melewati pusat bisnis Grand Kota Bintang Bekasi.
Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhiato Tjahyono angkat bicara ketika ditanya mengenai jalan yang kerap terendam banjir selama beberapa tahun kebelakang itu.
Baca Juga: 21 Wilayah Banjir, Wakil Wali Kota Bekasi: Daerah Resapan Air Berkurang
Tri menjelaskan sejumlah hal mengenai jalan tersebut.
Saat disinggung apakah pihaknya berencana menutup akses jalan tersebut, Tri menyatakan, Pemkot Bekasi belum memliki rencana terkait hal itu.
Menurutya, penutupan jalan yang menjadi langganan banjir itu belum perlu dilakukan.
"Enggak perlu karena sifatnya sangat situasional saja," katanya kepada Suara.com.
Tri menjelaskan, banjir kerap merendam lokasi tersebut bukan tanpa sebab. Namun, karena adanya sampah yang menutup pompa air yang berada di lokasi.
"Itu (banjir) terjadi juga karena adanya sampah yang menutup pompa air yang ada sehingga tidak berfungsi secara maksimal," katanya.
Berita Terkait
-
Kawal Jakmania ke GBK, 934 Petugas Disiagakan di 47 Titik Pengamanan Kota Bekasi
-
Persija vs Persib Kembali di GBK Setelah 7 Tahun! Jakmania-Bobotoh Bekasi Sepakat Jaga Persaudaraan
-
Polisi Pastikan Kasus Penistaan Agama Abah Setu Lanjut: Laporan Belum Dicabut!
-
Lihat Aksi Pemukulan, Saksi Kunci Bongkar Peran Anggota DPRD Bekasi di Kasus Pengeroyokan
-
KPK Geledah Rumah Polisi yang Akui Terima Rp16 Miliar dari Proyek Bekasi
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
5 Tahun Holding Ultra Mikro, Ekosistem UMKM Makin Kuat
-
5 Bencana Dihadapi Indonesia Saat Ini
-
Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei
-
Perkuat Layanan Digital bagi PMI, BRImo Taiwan Sabet Anugerah Inovasi Indonesia 2026
-
KPK Terbitkan Sprindik Baru Kasus Suap Bupati Bekasi Nonaktif Ade Kuswara, Siapa Tersangka Baru?