SuaraBekaci.id - Kabar duka kembali datang di awal 2021. Sebuah pesawat dilaporkan hilang kontan hingga dikabarkan jatuh.
Maskapai Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak dilaporkan jatuh di sekitar perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, Sabtu (9/1/2021) siang. Pesawat yang mengangkut 50 penumpang dan 12 awak kabin itu sempat hilang kontak beberapa menit setelah lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta, Banten.
Pesawat jenis Boeing 737-500 itu hilang kontak disekitar Pulau Lancang, Kepulauan Seribu. Sejumlah serpihan pesawat juga beberapa barang yang diduga milik penumpang telah ditemukan oleh tim SAR gabungan. Tetapi belum ada kepastian mengenai nasib 62 orang yang berada di dalam pesawat tersebut.
Kecelakaan pesawat memang tak pernah bisa diprediksi. Tetapi, apakah posisi kursi memang memungkinkan untuk selamat dari kecelakaan?
Meskipun tidak ada studi atau konsensus yang meyakinkan, tetapi ada beberapa informasi yang menunjukkan fakta tertentu.
Pada tahun 2007, Popular Mechanics memeriksa data dari setiap kecelakaan pesawat komersial di Amerika Serikat sejak tahun 1970-an. Sampai pada kesimpulan bahwa lebih aman untuk duduk di dekat bagian belakang pesawat.
Dikutip dari CNTraveler, Popular Mechanics memperkirakan bahwa peluang hidup 69 persen lebih besar bagi penumpang yang duduk di kursi belakang kabin. Sementara kursi depan, hanya 49 persen.
Setelah mengolah data dari Database Kecelakaan Pesawat CSRTG Administrasi Penerbangan Federal (FAA) AS, tahun lalu, majalah tersebut menemukan bahwa kursi tengah sampai sepertiga belakang pesawat kemungkinan besar untuk menyelamatkan hidup dan anggota tubuh dengan tingkat kematian 32 persen.
Tempat duduk terburuk, menurut data itu adalah kursi lorong di sepertiga bagian tengah kabin dengan tingkat kematian 44 persen.
Baca Juga: 'Tunggu Aku Ya, Sayang' dan 5 Ucapan Ini Bermakna Mendalam Bagi Pramugari
Sebuah studi tahun 2011 dari University of Greenwich menunjukkan bahwa kursi yang paling dekat dengan pintu keluar darurat juga kemungkinan besar untuk melarikan diri dan bertahan hidup.
Selain statistik, kemungkinan menjauh dari kecelakaan pesawat karena duduk di kursi tertentu tergantung pada jenis dampak dan kondisinya.
"Setiap kecelakaan berbeda, dan tidak ada cara untuk memprediksi hasil dan, atau keadaan kecelakaan sebelum terjadi yang akan memberikan jawaban pasti," kata juru bicara NTSB Keith Holloway kepada Condé Nast Traveler.
Namun, Holloway menyampaikan beberapa kiat yang dapat diingat oleh masyarakat penerbangan untuk meningkatkan peluang bertahan hidup. Seperti mendengarkan pengarahan pramugari, mengetahui di mana pintu keluar utama dan sekunder juga cara mengoperasikannya, dan mengetahui di mana peralatan darurat disimpan dan cara menggunakannya.
Pakar keselamatan dari FAA juga menyarankan agar penerbang menghitung jumlah baris di antara mereka dan dua pintu keluar terdekat pada awal penerbangan, dan mengambil posisi penyangga saat terjadi benturan dengan kepala menunduk dan lengan disilangkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Toyota Bekas yang Mesinnya Bandel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Pajak Rp500 Ribuan, Tinggal Segini Harga Wuling Binguo Bekas
- 9 Sepatu Adidas yang Diskon di Foot Locker, Harga Turun Hingga 60 Persen
- 10 Promo Sepatu Nike, Adidas, New Balance, Puma, dan Asics di Foot Locker: Diskon hingga 65 Persen
- 5 Rekomendasi Sepatu Lari Kanky Murah tapi Berkualitas untuk Easy Run dan Aktivitas Harian
Pilihan
-
Petani Tembakau dan Rokok Lintingan: Siasat Bertahan di Tengah Macetnya Serapan Pabrik
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
Terkini
-
BRI Dorong Percepatan Pemulihan Pascabencana lewat Pembangunan Huntara di Aceh
-
Sambut 2026, Dirut BRI Optimistis Transformasi Dorong Pertumbuhan Jangka Panjang
-
Siapa Dalangnya? Polda Metro Jaya Selidiki Teror Mengerikan ke DJ Donny
-
PMI Kirim 2.500 Ton Bantuan ke Sumatera
-
Usia 130 Tahun, Ini Capaian BRI dan Kontribusi untuk Negeri di Sepanjang Tahun 2025