SuaraBekaci.id - Sebanyak 1.163 personel gabungan diterjunkan untuk melakukan pengamanan malam tahun baru di Kota Bekasi, Kamis (31/12/2020). Personil gabungan tersebut terdiri dari unsur Polri, TNI dan Pemkot Bekasi.
Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Wijonarko mengatakan, pihaknya akan melakukan pengamanan malam pergantian tahun. Warga Kota Bekasi diharapkan tidak melakukan perayaan malam tahun baru untuk mencegah penyebaran Covid-19.
"Langkah yang kita lakukan kita menempatkan personel di perbatasan di arah Jakarta, Kabupaten dan penyekatan lain. Seperti di Summarecon itu tidak ada akses ke sana kita lakukan penutupan. Kemudian, kegiatan lain yang kemungkinan akan ada kerumunan kita tempatkan personel," kata Kombes Wijonarko di Bekasi, Kamis (31/12/2020).
Dia menjelaskan, pengamanan malam pergantian tahun menindaklanjuti surat edaran Wali Kota Bekasi bahwa perayaan kegiatan merayakan tahun baru ditiadakan.
"Penempatan personel secara keseluruhan melibatkan baik dari kepolisian, TNI dan pemda berjumlah 1.163 personel," ujar Kombes Wijonarko.
Menurut Kombes Wijonarko, piaknya juga melakukan beberapa pengalihan arus lalu lintas pada malam ini. Hal itu menyusul penutupan akses Summarecon Bekasi. Dia mengimbau agar masyarakat Kota Bekasi bertanya kepada petugas agar tidak salah arah.
"Minta penjelasan pada petugas di lapangan agar memberi petunjuk arah yang benar ke arah yang dituju," kata Kombes Wijonarko.
"Kegiatan lain yang sifatnya hiburan juga ditutup tanggal 31 dan 1 Desember. Mudah-mudahan upaya yang kita lakukan bisa maksimal, sehingga kerumunan dan upaya pencegahan Covid-19 bisa maksimal," sambungnya.
Baca Juga: Simak! Ini Rute Pengalihan Arus Penutupan Flyover Summarecon Bekasi
Berita Terkait
-
Drama 13 Hari Siswi SMK Bekasi Hilang Usai Diusir Ibu, Berhasil Dilacak Lewat Sinyal HP
-
Siswi Korban Bully Diminta Uang Damai Rp200 Juta, Orangtua Pelaku Diduga Anggota DPRD Bekasi
-
Rumah Saksi Kasus Ijon Bekasi Dibakar, Eks Penyidik KPK: Teror Serius terhadap Pemberantasan Korupsi
-
Teka-teki Kematian Bos Tenda di Cibitung: Tewas Penuh Luka, Perampokan atau Dendam?
-
Bupati Bekasi Ade Kuswara Klaim Tak Tahu Soal Pembakaran Rumah Saksi dalam Kasus Suap Ijon Proyek
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
Menjawab Tantangan Urbanisasi: Mengapa Teknologi Kebersihan Kini Jadi Investasi Wajib?
-
Bekasi Lolos Syarat Lelang Proyek PSEL, Sampah Siap Diubah Jadi Listrik pada 2028
-
Siap-Siap Hemat Air! BMKG Prediksi Kemarau Jawa Barat Lebih Kering dan Lama
-
Ironi di Fakultas Hukum UI: Saat Tempat Belajar Keadilan Jadi Sarang Kekerasan Seksual
-
Pertina NTT Gugat Menpora: Legalitas Perbati Tak Terbukti di Persidangan, DPP Pertina Beri Dukungan