SuaraBekaci.id - Habib Rizieq Shihab bicara di tahanan. Habib Rizieq menyerukan pengikutnya jangan berhenti berjuang.
Selain itu Habib Rizieq minta pendukungnya jangan lupakan laskar FPI ditembak mati polisi. Habib Rizieq menggunakan bahasa pembantaian dalam kata-katanya.
Saat ini, Habib Rizieq ditahan polisi. Bukan ditahan karena kasus kematian enam pengikutnya, melainkan perkara yang lain lagi, yaitu pelanggaran protokol kesehatan dalam acara pernikahan putrinya yang memicu kerumunan massa di Petamburan, Jakarta Pusat.
Pesan Habib Rizieq dibawa oleh Sekretaris Umum FPI Munarman dan disampaikan kepada jurnalis.
Habib Rizieq berharap kasus kematian enam laskar yang mengawalnya pada malam itu diungkap sampai tuntas.
Polisi menyatakan penembakan terpaksa dilakukan untuk melindungi diri dari serangan laskar FPI yang mengawal Habib Rizieq, akan tetapi keterangan tersebut disanggah FPI. FPI menegaskan laskar tidak menggunakan senjata api, juga tidak menyerang polisi pada waktu itu.
"Beliau menyampaikan pesan bahwa jangan berhenti berjuang dan tidak boleh melupakan pembantaian enam syuhada, harus terus dibongkar sampai ke akar-akarnya," ujar Munarman.
Kasus tersebut sekarang sedang diusut polisi. Komnas HAM juga telah membentuk tim pemantau dan penyelidikan kasus penembakan itu. Sementara opini publik terbelah.
Selain menyampaikan pesan agar pengikut mengawal penanganan kasus penembakan, Habib Rizieq juga mengabarkan kondisi kesehatannya.
Baca Juga: Munarman: Habib Rizieq Tetap Gembira dan Bercanda
"Habib alhamdulillah sehat wal afiat, tenang, beliau tetap gembira, tersenyum, bercanda," kata Munarman.
Dukungan kepada Habib Rizieq disampaikan melalui berbagai cara.
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Habiburokhman melalui media sosial menyatakan siap menjamin penangguhan penahanan Habib Rizieq.
"Pak kapolri yang baik, Ini di luar konteks substansi perkara kerumunan dan di luar konteks politik apapun. Saya yakin Habib Rizieq tidak akan melarikan diri dan saya bersedia menjamin penangguhan penahanan beliau," kata anggota DPR tersebut.
Sama seperti sikap Habiburokhman, anggota Komisi I DPR yang juga Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Fadli Zon menyatakan kesediaan dirinya agar penahanan Habib Rizieq ditangguhkan.
Fadli Zon selama ini mencermati proses kasus hukum terhadap Habib Rizieq. Menurut dia, ada sekian banyak kasus pelanggaran protokol kesehatan di Indonesia, tetapi di antara semua kasus itu, aparat begitu gigih menjerat Habib Rizieq.
Berita Terkait
-
Habib Rizieq Serukan Lawan Preman, Desak Pimpinannya Ditangkap Dijebloskan ke Penjara: Jangan Takut
-
Kaget Ada 5 Truk Preman Bersenjata Bambu saat 27 Agustus, Habib Rizieq Minta Pimpinannya Ditangkap
-
Sinyal Penggulingan '98 Jilid 2' Menguat, Cuma PDIP dan Habib Rizieq yang Bisa Selamatkan Prabowo?
-
Alarm '98 Jilid 2'! Noel Peringatkan Prabowo: Ada Konsolidasi Besar Gulingkan Pemerintah di Juni
-
Sentil Prabowo Tentang Yaman, Habib Rizieq Singgung Jenderal Baliho
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
Dukung Kemajuan Olahraga Nasional, BRI Raih Penghargaan Indonesia Sports Industry of the Year 2026
-
Organisasi Kurator Kelima Diakui Pemerintah, Siap Perkuat Profesi dan Kolaborasi Hukum
-
Main Mata di Pilkades, ASN Bekasi Kena Sanksi Ini
-
Terima Suap Rp11,4 Miliar, Hak Politik Ade Kuswara Kunang Dicabut 10 Tahun
-
Kisah Dewi Natalia, Mantri BRI yang 14 Tahun Mengawal Ekonomi Masyarakat