Kali Harun Menyusut Jadi 1 Meter, 4 Rumah Jadi Kendala Normalisasi

Berpotensi menghambat kapasitas aliran air, terutama ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi

Muhammad Yunus
Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:11 WIB
Kali Harun Menyusut Jadi 1 Meter, 4 Rumah Jadi Kendala Normalisasi
Wali Kota Bekasi, Jawa Barat, Tri Adhianto Tjahyono (kiri) meninjau progres pengerjaan normalisasi sungai pada aliran Kali Harun di wilayah Kecamatan Pondok Melati, Sabtu (24/10/2026) [SuaraBekaci.id/ANTARA]
Baca 10 detik
  • Pemerintah Kota Bekasi menargetkan normalisasi Kali Harun di Pondok Melati selesai akhir tahun ini guna mengendalikan banjir.
  • Proyek normalisasi tersebut terkendala empat rumah bersertifikat di atas lahan target sehingga pemkot berkoordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional.
  • Wali Kota Bekasi mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah ke sungai demi kelancaran kapasitas aliran air.

SuaraBekaci.id - Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, mengebut pengerjaan normalisasi sungai pada aliran Kali Harun di wilayah Kecamatan Pondok Melati yang mengalami penyempitan dengan target penanganan optimal hingga akhir tahun ini.

"Kondisi penyempitan Kali Harun menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah dalam upaya memperkuat sistem pengendalian banjir," kata Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono saat peninjauan di Bekasi, Sabtu (24/10).

Dia menyebut normalisasi dilakukan menyusul kondisi lebar Kali Harun yang semula tiga meter kini pada sejumlah titik mengalami penyempitan menjadi satu hingga dua meter.

Sehingga berpotensi menghambat kapasitas aliran air, terutama ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

Baca Juga:Asep Surya Atmaja Pimpin Kabupaten Bekasi hingga 2030

Pemkot Bekasi menargetkan pengerjaan normalisasi pada aliran sungai ini dilakukan minimal sepanjang 380 meter hingga tahun ini dari total penanganan sepanjang 440 meter.

Tri mengaku penanganan di lapangan masih menghadapi kendala terutama berkaitan persoalan lahan sebab ada empat rumah berstatus kepemilikan sertifikat yang berdiri di area yang menjadi target sasaran utama penanganan normalisasi sungai ini.

Pihaknya berkoordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional daerah setempat untuk menelusuri status kepemilikan dan mencari penyelesaian agar pekerjaan penanganan sungai dapat berjalan sesuai kebutuhan teknis.

"Saya minta persoalan yang menjadi hambatan segera dipetakan dan dicarikan jalan keluar dengan tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku," katanya.

Menurut dia, penanganan sungai harus dilakukan secara menyeluruh mulai dari kapasitas badan sungai, konektivitas saluran hingga kondisi lahan di sepanjang aliran.

Baca Juga:Siapa Pendamping Asep Surya Atmaja? Parpol Koalisi Dikabarkan Sudah Kantongi Nama

Selain mengebut pekerjaan fisik, dirinya juga mengingatkan masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai karena dapat mengakibatkan penumpukan yang berpotensi menghambat aliran air maupun mengurangi kapasitas sungai.

"Kalau sungai sudah kita tangani, masyarakat juga harus ikut menjaga. Jangan sampai sungai kembali dipenuhi sampah dan alirannya terganggu," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini