- Surat permohonan pinjaman beras dan garam ini viral pada 13 Januari 2026 di Sinjai, Sulawesi Selatan.
- Keluarga tersebut kesulitan pangan karena kepala keluarga sakit dan sudah tujuh hari tidak makan nasi.
- Dinas Sosial merespons cepat setelah viral dengan menyalurkan bantuan sembako darurat ke lokasi terpencil.
Dalam catatan yang beredar di media sosial Facebook, penulis surat juga menyebutkan bahwa salah satu alasan mereka sangat membutuhkan bantuan pangan segera.
Adalah karena anak mereka sedang dalam kondisi sakit dan membutuhkan asupan makanan yang layak.
5. Lokasi Pelosok dan Sulit Dijangkau
Keluarga prasejahtera ini tinggal di wilayah yang terisolasi.
Baca Juga:Viral Dua Preman Ngamuk di Pasar Baru Bekasi, Pelaku Positif Sabu-sabu
Desa Tompobulu berjarak sekitar 32 kilometer dari pusat kota Kabupaten Sinjai dengan waktu tempuh mencapai 1,5 jam.
Medan geografis yang sulit ini menjadi tantangan tersendiri bagi akses bantuan dan pengawasan sosial.
6. Terbentur Aturan "Bantuan Ganda"
Meski dikenal sebagai keluarga tidak mampu, pemerintah desa menjelaskan bahwa keluarga ini tidak bisa menerima bantuan dari Dana Desa.
Hal ini dikarenakan mereka sudah terdaftar sebagai penerima BLT Kesra.
Baca Juga:Kesaksian Pekerja di Mal Mega Bekasi Sebelum Diterjang Banjir: Kejadiannya Cepet Banget!
Berdasarkan aturan, warga tidak diperbolehkan menerima bantuan ganda, meski pada kenyataannya bantuan yang ada belum mencukupi kebutuhan harian mereka.
7. Respon Cepat Dinas Sosial
Setelah berita ini viral pada Rabu (14/01/2026), Dinas Sosial Kabupaten Sinjai langsung turun ke lokasi.
Pemerintah menyalurkan bantuan darurat berupa paket sembako lengkap (beras, telur, minyak, dll). uang tunai, kasur lipat dan selimut.
Ada juga makanan siap saji dan biskuit yang diberikan.