Dilanjutkan Diana, Fatir pertama kali masuk ke sekolah memakai decker. Diana kemudian coba masuk ke ruang kelas untuk memberitahu kepada rekan-rekannya agar tidak bercanda karena kondisi Fatir saat itu.
Diana kemudian menyebut bahwa gesture Sukaemah seolah-olah memintanya untuk keluar ruang kelas. Di depan ruang kelas, Sukaemah sempat menyebut soal latar belakang keluarga L.
"Lalu badan dia (Sukaemah) menggiring saya untuk keluar ke ruang kelas. Di depan ruang kelas itu, dia bilang, 'iyalah pasti tahu diselengkat itu sakit, kan keluarga si L itu keluarga medis dan pasti ngerti hukum, mama Fatir'," ungkap Diana.
Pengacara Diana, Berto juga mengatakan bahwa seolah-olah keluarga si L sudah diketahui oleh wali kelas mengerti medis dan hukum.
Baca Juga:Diduga Korban Bullying, Dokter Ungkap Alasan Kaki Kiri Siswa SD di Bekasi Harus Diamputasi
"Framing yang dibangun itu percuma buat proses, mereka (keluarga L) ngerti medis, ngerti hukum," jelasnya.
Keluarga L Janjikan Rp2 Juta
Diana Novita mengatakan bahwa sebelum kasus ini masuk ke ranah hukum, ia melakukan mediasi dengan keluarga yang selengkat namun buntu.
Bahkan kata Diana, salah satu keluarga dari rekan Fatir tidak pernah meminta maaf langsung kepada dirinya. Permintaan maaf justru dilakukan hanya via WhatsApp.
“Permintaan maaf itu dari salah satu yang selengkat Fatir itu, sayangnya via WA ya,” ucapnya kepada SuaraBekaci.id beberapa waktu lalu.
Diana di Youtube Deddy Corbuzier kemudian menerangkan bahwa benar mediasi dengan keluarga yang selengkat itu tidak membuahkan hasil apapun.