facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Ceramahnya Kerap Didatangi Polisi, Habib Bahar Bin Smith: Jangan Teror Panitia, Teror Saya

Lebrina Uneputty Sabtu, 18 Desember 2021 | 12:44 WIB

Ceramahnya Kerap Didatangi Polisi, Habib Bahar Bin Smith: Jangan Teror Panitia, Teror Saya
Habib Bahar Bin Smith dalam sebuah acara Maulid Nabi. [Youtube]

"Loh bapak kenapa pak? Bapak mau ngatur? Kalau bapak mau ngatur bapak aja yang ceramah, " ucap Bahar

SuaraBekaci.id - Habib Bahar bin Smith kembali melayangkan komentar pedas dalam ceramahnya. Kali ini ditujukan kepada aparat kepolisian. Dia menyentil aparat kepolisian agar tidak mengintimidasi panitia yang mengundangnya ceramah.

Ceramah yang kemudian diunggah oleh akun media sosial Youtube milik Qitmir Chanel tersebut awalnya menyampaikan mengenai makna dari peringatan lahirnya Nabi Muhammad SAW yang patut disyukuri oleh umat muslim.

Kemudian ditengah jalannya ceramah Habib Bahar, ia menyinggung mengenai aksi aparat kepolisian yang kerap mendatangi acara yang ia hadiri.

" Saya punya jadwal penuh sampai tahun 2024, nah akhir akhir ini bahkan bisa kedepan kedepan, setiap panitia panitia yang mengundang saya ceramah, kebanyakan, gak semua, kebanyakan 90 persen didatangi seorang polisi," kata Habib Bahar.

Ia melanjutkan di setiap acara yang hari itu ia datangipun, selalu kedatangan oleh aparat.

" Acara pertama tadi di purwakarta didatangi polisi, acara kedua juga didatangi polisi, nah acara ini, panitia jujur aja didatangi polisi atau gak? " Habib Bahar menengok ke panitia disampingnya.

" Iya didatangi, " Jawab sang panitia. Habib nengok ke kanan, " Didatangi? Oh, masya Allah, "

Habib Bahar mengatakan agar para panitia yang mengundangnya ke sebuah acara haruslah memiliki mental yang kuat.

Ia juga mengajarkan kepada para panitia bagaimana menghadapi aparat yang datang tiba tiba dalam acara yang ia hadiri.

"Loh bapak kenapa pak? Bapak mau ngatur? Kalau bapak mau ngatur bapak aja yang ceramah, " ucap Bahar  menirukan salah satu panitia yang disambut gelak tawa dan tepuk tangan penonton.

" Woy pak ini negara demokrasi pak, orang bebas untuk bersuara pak, bapak kalau mau dateng, datengin tu Penista agama kita orang bikin acara maulid pak, emang kita melawan pemerintah, yang Habib Bahar sampaikan itu kebenaran, " Sambungnya lagi.

Ia memberikan saran kepada seluruh panitia agar jika didatangi aparat untuk menjawab seperti yang ia perintahkan.

" Kalau kalian didatangi polisi, atau tentara atau dari pemerintah, siapapun mau menggagalkan acara suruh datangi saya, " tegasnya.

Ia kemudian berbalik menegaskan kepada aparat maupun petugas. " Dan saya sampaikan kepada yang suka datang datang ke panitia, untuk menggagalkan acara, saya sampaikan kepada kalian, saya Bahar Bin Ali Bin Smith, itu kayak bola karet, tau bolah karet? Dia dipencet gak turun ke bawah, dipencet dia tidak terkubur ke bawah, bola karet dipencet dia makin naik melambung tinggi ke atas, " Ucapnya.

Ia juga menantang aparat maupun petugas untuk menemui dirinya jika mendatangi acara acara bertajuk Habib Bahar.

" Kalau mau teror, mau intimidasi, jangan teror panitia, teror saya Bahar Bin Smith, " Katanya.

Ia juga dengan penuh semangat dan lantang menyuarakan kegigihannya untuk tetap maju. " Demi Allah sejengkal pun saya tidak akan pernah mundur, " Teriak Habib Bahar.

Acara peringatan Maulid Nabi Ini didatangi oleh ratusan warga dan jamaah yang ikut bersemangat di setiap ucapan dari Habib Bahar.

" Saya Bahar Bin Smith, jangankan cuma dipenjara, demi Islam, demi umat, demi bangsa, demi rakyat demi garuda, demi Pancasila, demi keutuhan NKRI, demi merah putih, " Ucap Bahar di akhir temanya.

Unggahan video ini hingga kini telah disaksikan sebanyak 11 ribu penonton dengan puluhan komentar beragam.

Banyak yang membela dan mendukung Habib Bahar. " Ulama yang tulus memperjuangkan kebenaran, Al Habib Bahar Bin Ali Bin Abdurahman bin Smith, " tulis akun Risman Rama***.

" Dari ceramah beliau sepertinya beliau justru ingin mempersatukan semua suku bangsa dan agama dalam wadah NKRI, dalam membela rakyat dan melawan korupsi, ketidakadilan dan melawan neo kolonialisasi, " sahut akun Merah Pu***.

Adapula yang mengomentari perihal kegiatan tersebut. " Kok jamaah putra dan putri campur sih? Astagfirullah dah macam konser saja, " tulis akun Abu Thu***.

Kontributor : Ririn Septiyani

Komentar

Berita Terkait