- Ketua Umum PP PERTINA Hillary Brigitta Lasut menutup Kejurnas Tinju Amatir 2026 di Jakarta Utara pada 25 Oktober 2026.
- Kontingen Jawa Barat keluar sebagai juara umum Kejurnas Tinju Amatir 2026 yang diikuti hampir 500 atlet dari 35 provinsi.
- Hillary Brigitta Lasut berkomitmen memperkuat pembinaan atlet nasional serta meningkatkan kesejahteraan seluruh perangkat pertandingan demi profesionalisme.
SuaraBekaci.id - Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PP PERTINA), Hillary Brigitta Lasut, menegaskan komitmennya memperkuat pembinaan tinju nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan perangkat pertandingan.
Hal itu disampaikan setelah Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tinju Amatir 2026 resmi ditutup di Pluit Village Mall, Jakarta Utara, Minggu (25/10/2026).
Di bawah kepemimpinan Hillary, Kejurnas Tinju Amatir 2026 menghadirkan terobosan dengan menggelar pertandingan di pusat perbelanjaan. Konsep ini diharapkan dapat mendekatkan olahraga tinju kepada masyarakat luas sekaligus membangun ekosistem pembinaan yang modern, inklusif, dan profesional.
Hillary mengaku terharu melihat perjuangan para petinju yang datang dari 35 provinsi di Indonesia. Sejumlah atlet muda bahkan mengikuti pertandingan secara mandiri demi menguji kemampuan dan mengharumkan nama daerah masing-masing.
"Ini menjadi bukti bahwa tidak sia-sia perjuangan bertahun-tahun atlet Indonesia untuk bisa sampai ke panggung kejurnas. Belum ada kejurnas dari organisasi tinju mana pun yang bisa menciptakan ajang dengan jumlah atlet mencapai hampir 500 orang," ungkap Hillary.
Menurut dia, antusiasme para atlet menjadi bukti bahwa tinju Indonesia memiliki potensi besar untuk terus berkembang. Karena itu, perjuangan para petinju harus mendapat dukungan melalui pembinaan yang berkelanjutan dan kompetisi berkualitas.
"Semangat mereka jauh lebih besar. Tinju Indonesia harus terus berdiri dan mencetak sejarah selama Republik ini terus berdiri," tegasnya.
Hillary Soroti Kesejahteraan Wasit dan Hakim Tinju
Selain mendorong peningkatan prestasi atlet, Hillary menaruh perhatian pada kesejahteraan wasit, hakim, dan seluruh perangkat pertandingan. Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan kejuaraan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan atlet, tetapi juga oleh profesionalisme orang-orang yang memastikan pertandingan berjalan sesuai aturan.
Baca Juga: Pertina Akui Sulit Cari Bibit Petinju Kelas Berat, Berharap MBG Bantu Tumbuh Kembang Anak
Ia menilai peningkatan kesejahteraan perangkat pertandingan menjadi bagian penting dalam membangun olahraga tinju yang profesional dan berintegritas. Dengan dukungan yang memadai, kualitas penyelenggaraan kompetisi diharapkan semakin baik dan mampu menopang perkembangan tinju nasional.
Kejurnas Tinju Amatir 2026 memperebutkan Piala Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan. Dalam kejuaraan tersebut, kontingen Jawa Barat keluar sebagai juara umum setelah mengoleksi total 29 medali.
Hasil kejuaraan ini diharapkan menjadi pijakan bagi PERTINA untuk memperkuat pembinaan atlet dari berbagai daerah. Para petinju potensial yang tampil di tingkat nasional juga diproyeksikan menjadi bagian dari persiapan Indonesia menghadapi kompetisi internasional.
Melalui penguatan pembinaan atlet dan perhatian terhadap kesejahteraan perangkat pertandingan, PERTINA berupaya membangun fondasi tinju Indonesia yang lebih kompetitif, profesional, dan berkelanjutan.
Berita Terkait
-
Pertina Akui Sulit Cari Bibit Petinju Kelas Berat, Berharap MBG Bantu Tumbuh Kembang Anak
-
Pimpin Kejurnas Tinju Amatir 2026, Hillary Lasut Soroti Nasib Atlet dan Kesejahteraan Wasit
-
AHY Dukung Kejurnas Tinju 2026, Atlet dari 35 Provinsi Siap Adu Kekuatan di Atas Ring
-
Pertina NTT Gugat Menpora: Legalitas Perbati Tak Terbukti di Persidangan, DPP Pertina Beri Dukungan
-
Pertina Tolak Organisasi Abal-Abal di Popnas: Nyawa Atlet Jangan Jadi Taruhan
Terpopuler
- Cara Menghilangkan Iklan yang Tiba-Tiba Muncul di Layar HP Android Tanpa Aplikasi Tambahan
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- 4 Moisturizer Skintific untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
26 Sengketa Pilkades Bekasi, Dugaan Ijazah Palsu Mendominasi
-
Hampir 500 Petinju Ramaikan Kejurnas 2026, Hillary Brigitta Lasut Soroti Perjuangan Atlet
-
Kali Harun Menyusut Jadi 1 Meter, 4 Rumah Jadi Kendala Normalisasi
-
Pertina Akui Sulit Cari Bibit Petinju Kelas Berat, Berharap MBG Bantu Tumbuh Kembang Anak
-
BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Rp1 Triliun, Tegaskan Optimisme Pertumbuhan