SuaraBekaci.id - Baru-baru ini viral melalui media sosial seorang driver ojek online menyelamatkan penumpangnya yang menjadi korban dugaan penipuan lowongan kerja di salah satu ruko Galaxy, Kota Bekasi.
SuaraBekaci.id menyambangi langsung lokasi ruko yang diduga jadi tempat penipuan lowongan kerja itu. Ruko itu berada di Ruko Rose Garden 3 No AB-83, Jakasetia, Bekasi Selatan, Kota Bekasi.
Berdasarkan pantauan di lokasi sekira pukul 13.30 WIB, ruko tiga lantai tersebut nampak tutup dan tidak berpenghuni. Dilihat dari pintu ruko yang terkunci dan tergembok rantai.
Sekilas nampak tidak ada yang berbeda dari ruko yang didominasi warna cream itu. Namun, pada lantai dua bagian luar nampak sebuah bendera merah putih dan di depan pintu ruko terdapat tulisan bahwa kantor tersebut sedang gathering.
Berdasarkan informasi yang diterima SuaraBekaci.id, ruko tersebut telah beroperasi selama 2 tahun. Para pencari kerja yang menyambangi ruko tersebut didominasi berasal dari luar wilayah Bekasi.
Diduga para pencari kerja itu dimintai sejumlah uang sebesar Rp1,5 juta dan harus dibayar sebelum mereka benar-benar mendapat pekerjaan.
Berkaitan dengan itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bekasi, Karto mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan ke ruko tersebut, Rabu (26/7).
“Betul (Satpol PP sudah datangi ruko). Kalo kemarin sih, pengakuan dari perusahaan itu sih engga,” kata Karto, saat dihubungi awak media, Kamis (27/7).
Ia mengatakan, dari hasil temuan itu pihaknya belum menemukan sesuatu yang mencurigakan. Rencananya esok Jumat (28/7) pihaknya akan melakukan pemanggilan terkait pihak-pihak yang berkaitan dengan ruko tersebut.
Baca Juga: Breaking News! Viral Driver Ojol Selamatkan Korban Penipuan Lowongan Kerja di Galaxy Bekasi
“Besok baru kita panggil, karena kemarin dia belum bisa menunjukkan bukti-bukti dia usahanya. Baru jumat kita panggil,” ujarnya.
Viral Penipuan Lowongan Kerja di Galaxy Bekasi
Viral di meria sosial cerita driver ojek online yang menyelamatkan penumpangnya dari modus penipuan berkedok lowongan kerja.
Pengalaman tak biasa itu diunggah di akun Instagram @gojek24jam. Dalam unggahan itu, nampak titik penjemputan mengarah pada sebuah ruko yang ada di kawasan Galaxy, Kota Bekasi.
Unggahan tersebut berisi sebuah tangkapan layar percakapan antara driver ojol bernama Achmad dengan penumpangnya.
Dalam percakapan itu terlihat penumpang itu meminta tolong kepada driver ojol, dia memberitahu seakan keadaannya sedang terancam.
Berita Terkait
-
Breaking News! Viral Driver Ojol Selamatkan Korban Penipuan Lowongan Kerja di Galaxy Bekasi
-
Diserahkan ke Kejari Jaksel, Iman Mahlil Tersangka Kasus Penipuan Modus QRIS Palsu Kotak Amal Masjid Segera Disidang
-
Baim Wong Bagikan Identitas Pelaku Penipuan Giveaway, Kali Ini Bawa Institusi Polisi
-
Wali Kota Surabaya Buka Suara Kasus Penipuan Berkedok Calo PPDB: OS Maneh
-
Hati-hati Modus Penipuan Catut Nama BPJS Kesehatan!
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
Pilihan
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
Terkini
-
Misteri Kematian Pensiunan PNS Bekasi: Ditemukan Telungkup, Polisi Lakukan Penyelidikan
-
Proyek Bangunan di TB Simatupang Sepi Usai Empat Pekerja Tewas
-
111 Kali Gempa Guncang Jawa Barat Sepanjang Maret 2026, Ini Penjelasan BMKG
-
Ini Motif Pelaku Penyiraman Air Keras di Bekasi
-
Kronologi Sadis Penyiraman Air Keras di Tambun: Otak Pelaku Bayar Eksekutor Rp9 Juta