SuaraBekaci.id - Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono menyebut masalah macet di Jakarta tak bisa diselesaikan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI saja. Melainkan butuh bantuan solusi dari Pemerintah Daerah (Pemda) kota atau kabupaten penyangga.
Sebab, kemacetan di Jakarta dipengaruhi oleh warga daerah penyangga yang bekerja di Jakarta. Penggunaan kendaraan pribadi yang masif hingga memenuhi jalan di satu waktu mengakibatkan kemacetan.
Menanggapi hal itu, Plt. Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto mengaku belum mengetahui terkait persoalan tersebut. Ia masih menunggu laporan Dinas Perhubungan Kota Bekasi.
“Saya belum ada laporannya dari dishub (Dinas Perhubungan Kota Bekasi),” ucap Tri singkat, saat ditemui di Bekasi, Jumat (7/7).
Terkait solusi kemacetan Jakarta, melalui pesan singkat awak media, Plt. Kadishub Kota Bekasi, Bambang Santosa belum merespon hingga berita ini ditulis.
Sementara, Dinas Perhubungan DKI Jakarta menyebut kemacetan di Ibu Kota yang semakin parah disebabkan oleh pergerakan kendaraan pribadi ke Jakarta yang semakin cepat dan masif.
"Perlu dipahami pergerakan kendaraan pribadi ke Jakarta itu semakin cepat dan masif. Contohnya hadirnya tol Depok-Antasari sudah sampai Sawangan, lantas dari Bekasi Becak Kayu sekarang turun ke Kampung Melayu, dan yang dari arah utara, nanti akan ada Cibitung turun di Cilincing," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo kepada wartawan di Jakarta, Sabtu.
Dishub DKI Jakarta telah menyiapkan upaya menekan angka kemacetan dengan melakukan manajemen lalu lintas di beberapa titik.
"Kita lakukan penutupan rute di beberapa lokasi, kita terapkan satu arah di beberapa titik yang diatur lalu lintas, kita lakukan perencanaan geometrik untuk persimpangan dan rambu lalu lintas," jelasnya.
Selain itu, pihaknya juga memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk mengurai kemacetan di Ibu Kota yang dipasang di sejumlah simpang.
"Yang paling baru kita terapkan sistem transportasi cerdas untuk pengaturan di simpang yang sudah menerapkan penurunan kemacetan," ujar Syafrin.
Syafrin mengungkapak, dengan pemanfaatan teknologi AI, pihaknya dapat memantau dan melakukan pengaturan waktu di lampu lalu lintas berdasarkan informasi basis data internal Google untuk mengukur dan menghitung kondisi lalu lintas dan pengaturan waktu di persimpangan.
Selain itu, pengaturan jam kerja bagi karyawan di DKI Jakarta, juga masih akan dibahas dalam forum group discussion (FGD) atau forum diskusi kelompok.
"Iya nanti digelar, nah dari hasil FGD, ada kesepakatan, ada kesepahaman, kemudian bisa direalisasikan, dan diimplementasikan," ucap Syafrin.
Kontributor: Mae Harsa
Berita Terkait
-
Petugas PPSU Dipaksa Utang ke Pinjol Oleh Oknum PNS Kelurahan, Heru Budi Minta Inspektorat Turun Tangan
-
Stadion Wibawa Mukti Jadi Kandang Persikabo 1973 di Liga 1, Disewa per Pertandingan
-
Viral Rencana Pembanguan TPS Berbasis RDF di Cibitung, Warga: Langgar Aturan Menteri PUPR
-
Heru Budi Bakal Uji Coba Pengaturan Jam Kerja untuk Kurangi Kemacetan, Masyarakat Diharap Tak Terganggu
-
Melihat Lebih Dekat Depo LRT di Jatimulya Bekasi
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Dugaan Eksploitasi Anak
-
Kemendagri Percepat Dokumen Kependudukan Keluarga Korban Kecelakaan KRL
-
Tersangka Pencabulan 50 Santriwati di Pati Belum Ditahan, KPAI: Pelaku Harus Dihukum Berat!
-
130 Sekolah Dasar di Kabupaten Ini Tidak Punya Kepala Sekolah
-
Tembok Sekolah di Jakarta Selatan Roboh, Bagaimana Nasib Siswa?