SuaraBekaci.id - Aksi tawuran belakangan marak terjadi di Bekasi. Terbaru, terjadi di Jalan Raya Kodam, Sukadami, Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Selasa (13/6).
Aksi tawuran yang melibatkan SMK 1 Pasar Ranji, Cikarang Pusat, dengan SMK Taruna Bakti, Cikarang Selatan, mengakibatkan satu orang pelajar meninggal dunia.
"Terkena sabetan senjata tajam di bagian paha kiri korban sehingga mengalami pendarahan," kata Kapolsek Cikarang Selatan Kompol Chalid Thayib dalam keterangan tertulis, Rabu (14/6).
Menanggapi fenomena tawuran di Bekasi, pengamat sosial dari Universitas Islam 45 Bekasi, Hamluddin mengatakan, akar masalahnya terletak pada kurangnya ruang publik untuk pelajar menyalurkan aktualisasi diri.
Menurutnya, pelaku tawuran yang mayoritas berusia remaja, memang sedang dalam masa pencarian jati diri. Sehingga, mereka perlu ruang-ruang khusus untuk dapat menyalurkan hal tersebut.
“Sarana aktualisasi yang memang kurang. Sehingga, mereka banyak waktu yang kosong sehingga mereka terlarut dalam kegiatan negatif, kata Hamluddin, saat dihubungi SuaraBekaci.id.
Dirinya menyebut, sebetulnya beberapa waktu ke belakang di wilayah Bekasi telah ada beberapa ruang-ruang publik yang bisa dimanfaatkan untuk remaja menyalurkan aktualisasi dirinya.
Namun, kata Hamluddin hal tersebut kurang bervariasi, karena sarana yang ada itu tidak diminati oleh beberapa remaja.
Sehingga, perlu dipikirkan kembali spot-spot yang bisa dimanfaatkan sebagai fasilitas remaja menyalurkan minatnya.
“Beberapa spot pembangunan Kota dan Kabupaten Bekasi misalnya di bawah kolong fly over itu ada skate board, itu sebenarnya sarana aktualisasi,” ucapnya.
“Sayangnya memang remaja ada yang tidak minat ke sana. Remaja kan ada yang sukanya kongkow ngopi, sambil candaan tantang-tantangan. Nah Ini menjadi masalah serius yang memang perlu dipikirkan kembali solusinya,” sambung Hamluddin.
Selain sarana aktualisasi yang kurang, Hamludin menilai aksi tawuran yang terjadi secara berulang diakibatkan oleh hukum yang berlaku kurang memberikan efek jera.
Dirinya sepakat, jika tindakan preventif menjadi langkah pertama saat mengatasi aksi tawuran. Namun, menurutnya lebih dari itu perlu juga dibuatkan sanksi lebih serius untuk memberikan efek jera.
“Seharusnya memang ini dipikirkan kembali untuk kasus-kasus yang seperti ini mungkin juga perlu pendekatan sanksi yang lebih optimal, sehingga menimbulkan efek yang serius,” ujarnya.
Permasalahan tawuran, kata Hamluddin, harus diatasi secara bersama-sama, baik dari keluarga, lingkungan sekitar, sekolah, aparat keamanan, sampai ke tingkat pemerintah.
Berita Terkait
-
Viral Remaja Tawuran Injak Ibu yang Baru Keluar dari Rumah Sakit di Cikarang, Korban Masuk Rawat Inap
-
Pengangguran Hobi Nge-Ganja, 2 Pemuda di Tambora Nyimeng Dulu Sebelum Cari Lawan Tawuran di Jalanan
-
Pelajar Tawuran Menginjak-injak Ibu dan Menantu di RS Bekasi
-
KETERLALUAN! Ibu-Ibu Baru Keluar dari RS Jadi Korban Tawuran Pelajar di Bekasi hingga Terpaksa Kembali Dirawat
-
Polisi Tangkap Belasan Pelajar Terlibat Tawuran di Tigaraksa Tangerang
Terpopuler
- Di Tangan Suahasil, MBG Jadi Prioritas Subsidi Energi Dipangkas
- Luky Alfirman Jadi Wamenkeu usai Dicopot Purbaya, Pengamat Soroti Arah Kebijakan Suahasil
- Sehari Dijabat Suyudi Ario Seto, Polri Langsung Rombak 19 Kapolda: Ini Daftar Lengkapnya!
- Tan Cheng Hoe Gerah Lihat Pemain Malaysia Larut dalam Kekecewaan: Stop Nangis
- 7 Sepatu Jalan Paling Awet yang Solnya Empuk untuk Perjalanan Jauh
Pilihan
-
Kalapas Cibinong Dipecat dari ASN, Buntut Klaster Mewah dalam Penjara
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
Terkini
-
Aksi Ekstrem Jambret Pakai Kawasaki Ninja, Rampas HP Pakai Dua Tangan
-
BRI Dorong Penyuluh Antikorupsi Jadi Teladan Integritas di Tempat Kerja
-
2 Tersangka Dibebaskan! Kasus Perusakan Rumah di Cikunir Selesai
-
MotoGP Mandalika 2026 Kembali Digelar, BRI Dorong Ekonomi Kawasan Berbasis Pariwisata
-
BRI Kembali Dukung Atlet Nasional, Semangati Kontingen Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026