Gerakan ini pada Kongres FIFA 2015 sempat melakukan pertemuan di Zurich agar rencana Israel keluar bisa terelisasi.
"Kami telah menulis surat kepada anggota FIFA, menunjukkan argumen bahwa Israel layak dikeluarkan," kata Geoff Lee seperti dilansir dari The Electronic Intifada.
Gerakan sejenis juga disuarakan oleh EuroPalestine dengan mengadakan demo anti Israel di luar kongres FIFA di Zurich.
Munculnya mosi agar Israel dikeluarkan dari FIFA berawal dari kebijakan mereka yang melarang pesepak bola Palestina berpergian ke Tepi Barat dan Jalur Gazza.
Bagi BDS dan gerakan sejenis, apa yang dilakukan Israel sudah lebih dari cukup agar mereka dikeluarkan sebagai anggota FIFA.
"Israel juga telah melangagar aturan FIFA dengan mengizinkan tim dari pemukiman Tepi Barat yang diduduki untuk bermain di Liga Israel. Selain itu, para penggemar Israel dari klub Beitar Jerusalem juga terkenal sangat rasis dengan meneriakan 'Matilah orang-orang Arab'. Saat ini, pemain kami juga sering ditangkap dan ditahan," jelas Iyad Abu Grarqoud, pesepak bola Palestina.
Dikhianti Palestina
Sayangnya gerakan untuk bisa mengusir Israel dari FIFA justru dikhianati oleh federasi sepak bola Palestina.
Warga Palestina menyesalkan adanya upaya sabotase dan pengabaian dari federasi sepak bola mereka.
Baca Juga: Jelang Kick Off Indonesia vs Burundi, Spanduk Anti Israel Dilarang Masuk Stadion Patriot
Ialah Jibril Rajoud, ketua umum PSSI-nya Palestina yang pada 2015 justru menarik mosi untuk mengeluarkan Israel dari FIFA.
Laporan dari The Guardian menuliskan bahwa situasi itu bak kekacauan yang terjadi di menit akhir pertandingan.
"Orang-orang Palestina benar-benar dikalahkan oleh lobi-lobi Israel dan tentangan dari pejabat senior FIFA, termasuk Sepp Blatter," tulis media Inggris tersebut.
Pada Kongres FIFA 2015, Sepp Blatter yang kembali terpilih sebagai presiden FIFA sedianya menjadi tempat agar permasalahan Israel diputuskan.
Namun langkah untuk membawa permasalahan ini ke kongres FIFA urung terlaksana. Zaid Shuaibi, juru bicara DBS mengaku merasa terkhianati oleh PSSI-nya Palestina.
"Komite Nasional BDS Palestina kecewa kepada seluruh kongres FIFA, termasuk Asosiasi Sepak Bola Palestina, tidak memenuhi kewajiban dan prinsip yang awalnya mereka katakan," ujarnya.
Berita Terkait
-
Indonesia Terancam Sanksi FIFA, Drawing Piala Dunia U20 2023 Kemungkinan Ditunda, Begini Penjelasannya
-
Piala Dunia U-20 2023 dan Hakikat Sepak Bola Menembus Sekat-sekat Diskriminasi
-
Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Burundi Malam Ini
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Burundi: Elkan Baggott dan Jordi Amat Duet
-
Jelang Kick Off Indonesia vs Burundi, Spanduk Anti Israel Dilarang Masuk Stadion Patriot
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
Terkini
-
Asep Surya Atmaja: Calon Kepala Desa Jangan Main Politik Uang
-
Jual Sabu Modus Pakan Burung Terbongkar, Pengedar di Bekasi Tak Berkutik
-
Ciamis Siaga Darurat Kekeringan, Warga Bekasi Butuh Air Bersih
-
Bukan Cuma Data Kurang, Sekda Bekasi Akui Mental ASN Terguncang
-
Menerjang Ombak, Mantri Perempuan BRI Hadirkan Layanan Keuangan hingga Kepulauan Sulawesi Tengah