FIFA sejak era João Havelange kerap terjebak dengan urusan politik atau bukan politik. Politik versi FIFA berbeda dengan kebanyakan orang.
João Havelange misalnya sempat menyerukan bahwa FIFA anti dengan politik apartheid yang pernah terjadi di Afrika Selatan.
Kampanye anti apartheid yang dilakukan João Havelange tak murni karena kepedulian. João Havelange melalukan itu agar ia bisa menang sebagai Presiden FIFA melawan wakil Inggris, Sir Stanley Rous.
Havelange seperti dilihat dari serial Netflix "FIFA Undercoverd" memanfaatkan ucapan blunder Rous soal para pesepak bola asal Afrika.
Dalam satu wawanara dengan media Inggris, Rous sempat menyebut bahwa cara bermain pesepak bola Afrika berbeda dengan pemain Eropa. Blunder ini yang digunakan Havelange unutk menarik suara dari federasi di Afrika.
Sukses menjadi Presiden FIFA, Havelange kemudian berbalik 180 derajat untuk urusan kemanusiaan. Ia tak peduli saat Argentina menjadi tuan rumah Piala Dunia 1978.
Penunjukkan Argentina sebagai tuan rumah ditentang banyak pihak karena saat itu tim Tango dipimpin junta militer Jenderal Jorge Rafael Videla. Ratusan orang disebut menjadi korban politik Videla.
Di serial dokumenter Netflix, Piala Dunia edisi 1978 dianggap merupakan Sport Washing yang dilakukan Jorge Rafael Videla dibantu oleh João Havelange.
Edisi Piala Dunia 1978 yang berlangsung di Argentina disamakan dengan Olimpiade 1936 yang diselenggarakan oleh Adolf Hitler bersama Nazi di Jerman.
Baca Juga: Profil 3 Wasit Wanita di Piala Dunia Qatar 2022, Punya Prestasi Mentereng
Berita Terkait
-
Profil 3 Wasit Wanita di Piala Dunia Qatar 2022, Punya Prestasi Mentereng
-
Pamer Penghasilan di G20, Presiden FIFA: GDP Global Sepak Bola Hampir Rp4,6 Triliun
-
Miskin Gol Musim Ini, Bernardo Silva Yakin Cristiano Ronaldo Tetap Jadi Kartu AS Portugal di Piala Dunia 2022
-
Bicara di Bali, Presiden FIFA Resmi Minta Gencatan Senjata Perang Rusia - Ukraina Selama Piala Dunia 2022 Qatar
-
Timnas Brasil dan Misteri Hilangnya Trofi Piala Dunia pada 1983
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Pilkades Serentak Bekasi 2026 Diundur
-
Motor Dicuri, Driver Ojol Tak Menyangka Polisi Lakukan Hal Ini
-
Meikarta Jadi Hunian Rakyat, Lippo Group Segera Serahkan Lahan ke Negara
-
Modal Pistol Korek Api, Mahasiswa di Bekasi Nekat Rampok Minimarket Rp12 Juta
-
Geger Pelecehan Seksual Terhadap Anjing di Pet Shop Penjaringan