SuaraBekaci.id - Aksi para suporter di Indonesia menuntut penuntasan tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 135 orang dan ratusan lainnya luka-luka terus dilakukan.
Di sejumlah daerah pada peringatan 40 hari Tragedi Kanjuruhan yang berlangsung Kamis (10/11) sejumlah suporter turun ke jalan menuntut pihak kepolisian mengusut tuntas dan menyeret mereka yang bertanggungjawan ke muka persidangan.
Sejumlah spanduk pun dibentangkan oleh para suporter yang bertuliskan tuntutan agar kasus Tragedi Kanjuruhan dituntaskan.
"40 hari tanpa keadilan usut tuntas tragedi stadion Kanjuruhan," tulis spanduk yang dibentangkan di JPU Halte Busway Jamsostek Gatot Subroto, Jakarta.
Lalu ada juga foto aksi turun ke jalan para suporter dengan membentangkan spanduk bertuliskan, "Urus Bokep Gerak Cepat, Urus Tragedi Lemah Syahwat,"
"Sementara, untuk penindakan kasus video porno terbilang cepat. Padahal, bukti foto dan video terkait Tragedi Kanjuruhan jauh lebih banyak," cuit akun @panditfootball.
Sementara itu, gaung peringatan 40 hari Tragedi Kanjuruhan mulai terasa beberapa hari sebelum hari H. Banyak komunitas dan Aremania berbaur menuntut keadilan dan tanggung jawab yang seharusnya bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.
Aremania dan para pejuang keadilan untuk Tragedi Kanjuruhan terus menyuarakan keresahannya dengan mendatangi Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Batu, dengan aksi damai yang muara tuntutannya agar semua yang terlibat diadili dengan seadil-adilnya.
Mengutip dari Antara, tuntutan Aremania, pertama, meminta kejaksaan bersikap adil dan transparan dalam menangani tragedi Kanjuruhan. Kedua, meminta Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk mengawasi jajarannya yang menangani Tragedi Kanjuruhan agar segala bentuk tekanan, rayuan, dan intimidasi bisa dihindari. Sehingga, penanganan kasusnya benar-benar berjalan adil.
Baca Juga: Puan Maharani Diprotes Habis Gara-gara ke Itaewon Tepat di 40 Hari Tragedi Kanjuruhan
Tuntutan ketiga, mereka meminta Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur, untuk menolak dan mengembalikan berkas perkara yang disampaikan penyidik Polda Jatim, karena dinilai belum lengkap. Indikasinya, belum adanya tersangka penembak gas air mata dan dalang utama penyebab jatuhnya banyak korban.
Tuntutan keempat, meminta kejaksaan untuk mengenakan pasal 338 dan 340 KUHP tentang pembunuhan. Dan kelima, meminta kejaksaan agar menangkap dan mengadili seluruh pihak yang secara langsung maupun tak langsung terlibat dalam Tragedi Kanjuruhan.
Usai menyuarakan tuntutannya dengan berkeliling (roadshow) ke Kejari, Aremania dan berbagai komunitas menggelar doa bersama dan pembacaan Surat Yasin dan Tahlil untuk seluruh korban Tragedi Kanjuruhan yang digelar di beberapa titik, termasuk di Stadion Kanjuruhan.
Berita Terkait
-
Puan Maharani Diprotes Habis Gara-gara ke Itaewon Tepat di 40 Hari Tragedi Kanjuruhan
-
Pilihan Puan Maharani ke Itaewon Dibanding Kenang 40 Hari Tragedi Kanjuruhan Dipertanyakan Publik?
-
Tragedi Halloween dan Kanjuruhan Jangan Sampai Terulang, Ini Kiat Menjaga Keselamatan Saat Berada di Keramaian
-
Nyekar di Itaewon Panen Kritik, Puan Maharani Disarankan Ikut 40 Harian ke Kanjuruhan
-
Kemarin Ramai Demo Aremania sampai Update Tragedi Kanjuruhan dan Bencana Banjir
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
Dukung Kemajuan Olahraga Nasional, BRI Raih Penghargaan Indonesia Sports Industry of the Year 2026
-
Organisasi Kurator Kelima Diakui Pemerintah, Siap Perkuat Profesi dan Kolaborasi Hukum
-
Main Mata di Pilkades, ASN Bekasi Kena Sanksi Ini
-
Terima Suap Rp11,4 Miliar, Hak Politik Ade Kuswara Kunang Dicabut 10 Tahun
-
Kisah Dewi Natalia, Mantri BRI yang 14 Tahun Mengawal Ekonomi Masyarakat