SuaraBekaci.id - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyebut dukungan Partai Nasional Demokrat kepada Anies Baswedan menjadi bakal calon presiden memunculkan kontradiksi.
Sebab, Partai Nasional Demokrat merupakan salah satu partai yang menjadi pendukung pemerintahan Joko Widodo.
Anies Baswedan yang didukung Partai Nasional Demokrat dinilai memiliki pandangan yang berbeda dengan Presiden Jokowi.
Misalnya mengenai rencana pemindahan Ibu Kota Negara ke Kalimantan Timur yang menurut Hasto akan dilakukan Presiden Jokowi dalam perspektif geopolitik.
Sedangkan Anies Baswedan menginginkan ibu kota negara tetap dipertahankan di Jakarta.
“Ini kan dua hal yang berbeda sehingga melahirkan kontradiksi ketika ada salah satu partai pendukung pemerintahan Pak Jokowi mengusung Pak Anies yang dari sisi kebijakannya berbeda dengan Presiden Jokowi. Dalam penanganan banjir juga berbeda, dan lain-lain,” kata Hasto.
Hasto mengatakan PDI Perjuangan bukan bermaksud ingin mengintervensi partai lain dalam hal dukung mendukung calon presiden, tetapi dalam konteks sebagai partai pendukung pemerintahan Joko Widodo, terikat etika politik.
Hasto juga menjelaskan mengenai PDI Perjuangan yang sampai sekarang belum mengumumkan calon presiden.
“Politik itu tidak boleh kehilangan konteks. Rakyat memerlukan perbaikan ekonomi. Itulah cara bertindak PDI Perjuangan. Urusan capres-cawapres, masih ada waktu, sampai Oktober tahun depan,” ujar Hasto dikutip dari Beritajatim.
Baca Juga: Belum Selesai Dibangun, Anies Lakukan Praresmi RDF Plant di TPST Bantargebang di Akhir Masa Jabatan
Hasto mengatakan PDI Perjuangan saat ini masih fokus untuk membantu menyesaikan berbagai permasalahan bangsa.
“Saat ini kita menghadapi tekanan global, dimana situasi pandemi belum sepenuhnya pulih,” katanya.
“Sehingga pemilu nanti 2024 dilaksanakan dalam suasana yang kondusif. Itu skala prioritas bagi PDI Perjuangan,” Hasto menambahkan.
Berita Terkait
-
Hasto PDIP Beberkan Syarat Mutlak Bos BI Baru, Jago Moneter dan Anti Intervensi
-
Hasto Kritik Pembentukan URI, Jangan Tumpang Tindih dengan Lemhannas
-
Hasto Tawarkan 'Mustika Rasa', Solusi MBG Tanpa Kuras Dana Pendidikan
-
Hasto Respons Santai Kabar Kaesang Nyaleg di Jateng, Singgung Pentingnya Ideologi
-
Prabowo Sebut PDIP Sehati, Hasto Ungkap Titah Megawati: Kader Pantang Jadi Buzzer Penyerang
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
DPR RI Murka! Korban Curanmor di Bekasi Malah Diteror Sindikat, Polisi Diminta Bergerak Cepat
-
Calon Kades Petahana Kabupaten Bekasi Diminta Cuti
-
Termasuk Kajari Kota Bekasi, Ini Daftar 90 Kajari Kena Mutasi Kejagung
-
BRI Percepat Transformasi BRIvolution Reignite, Perkuat Kontribusi bagi Ekonomi Nasional
-
Rayakan HUT ke-70, Yuk Seru-seruan di Danamon Festival!