Galih Prasetyo
Senin, 10 Oktober 2022 | 09:15 WIB
Suporter sepak bola meletakkan atribut Arema saat mengikuti doa bersama bagi korban Tragedi Kanjuruhan di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Senin (3/10/2022). [ANTARA FOTO/Fikri Yusuf]

SuaraBekaci.id - Cegah kriminalitas di wilayah Kabupaten Bekasi, Polres Metro Bekasi pada Minggu (9/10) melakukan patroli di sejumlah titik. Dari hasil patroli dinihari tadi, lima remaja ditangkap karena kedapatan membawa senjata tajam.

Dari unggahan akun Humas Polres Metro Bekasi, tiga remaja berhasil ditangkap saat membawa senjata tajam di wilayah Jalan Raya Kampung Pulo Kecil, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi.

Lalu masih di hari yang sama, dua remaja lainnya juga ditangkap membawa senjata tajam di wilayah Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi.

Profesor Antropologi Sosial dan Budaya dari Vrije Universiteit Amsterdam, Belanda, Freek Colombijn memiliki pandangan menohok yang ditujukan kepada institusi Polri dan pemerintah pasca tragedi Kanjuruhan.

Menurut Colombijn, peristiwa berdarah di Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022 merupakan bentrok antara polisi sebagai perwakilan pemerintah dengan masyarakat kelas bawah yang selama ini diabaikan suaranya.

"Apa yang saya lihat adalah bentrokan antara polisi sebagai perwakilan pemerintah dengan kelas bawah yang merasa tidak didengarkan. Di Indoesia tidak ada hakim atau pengacara di tribun penonton," ucap Colombijn seperti dilansir dari Nrc.nl

1. Remaja Bergentayangan Bawa Sajam Masih Jadi Momok di Bekasi, 5 Orang Berhasil Ditangkap

Dua remaja ditangkap wilayah Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi karena kedapatan membawa celurit, Minggu (9/10) (Instagram @humaspolresmetrobekasi)

Cegah kriminalitas di wilayah Kabupaten Bekasi, Polres Metro Bekasi pada Minggu (9/10) melakukan patroli di sejumlah titik. Dari hasil patroli dinihari tadi, lima remaja ditangkap karena kedapatan membawa senjata tajam.

Dari unggahan akun Humas Polres Metro Bekasi, tiga remaja berhasil ditangkap saat membawa senjata tajam di wilayah Jalan Raya Kampung Pulo Kecil, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi.

Baca Juga: Beredar Rekaman CCTV Rumah Rizky Billar, Lesti Gendong Baby L Lalu Nyetir Mobil, Netizen: Maksudnya Dede Berbohong?

Baca selengkapnya

2. Analisis Menohok Profesor Belanda Soal Tragedi Kanjuruhan: Sikap Represif Aparat dan Suara Akar Rumput

Sejumlah coretan berisi kekecewaan menghiasi dinding Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Selasa (4/10/2022). Mereka minta agar kasus Tragedi Kanjuruhan yang menelan lebih dari 100 orang meninggal dunia diusut tuntas. [Suara.com/Dimas Angga]

Profesor Antropologi Sosial dan Budaya dari Vrije Universiteit Amsterdam, Belanda, Freek Colombijn memiliki pandangan menohok yang ditujukan kepada institusi Polri dan pemerintah pasca tragedi Kanjuruhan.

Menurut Colombijn, peristiwa berdarah di Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022 merupakan bentrok antara polisi sebagai perwakilan pemerintah dengan masyarakat kelas bawah yang selama ini diabaikan suaranya.

Baca selengkapnya

3. Janji Waria di Bekasi yang Berujung Maut, Pelaku Dijerat dengan Pasal Pembunuhan Berencana

Load More