SuaraBekaci.id - Menduduki tahta Kerajaan Inggris sejak 1952, Ratu Elizabeth II meninggal dunia pada Kamis (8/9/2022) waktu setempat. Ratu Elizabeth II menghembuskan napas terakhir di usia 96 tahun.
Duka mendalam dirasakan bukan hanya dirasakan oleh rakyat Inggris, namun juga banyak pihak yang bersimpati pada Ratu Elizabeth II.
Sekretaris Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Inggris Munawir Aziz menilai Ratu Elizabeth II sebagai sosok yang bisa dijadikan teladan yang penuh kasih sayang dan bijak.
"Kami dari keluarga besar warga Nahdliyyin di Inggris Raya mengungkapkan berduka cita mendalam atas wafatnya Sang Ratu Elizabeth II. PCINU United Kingdom ikut berbelasungkawa atas hal ini, seraya mendoakan yang terbaik untuk arwah Ibu Ratu," kata dia dikutip dari Antara, Jumat (9/9/2022).
Ia mengatakan bahwa Ratu Elizabeth adalah orang yang mulia dan dikagumi oleh jutaan warga Inggris.
"Hampir setiap perbincangan saya dengan teman-teman British di berbagai kawasan Inggris Raya, sosok Ratu adalah orang dengan kemuliaan," katanya.
Sosok Ratu, kata dia, merupakan contoh pemimpin yang hebat karena mampu menaklukkan beragam tantangan zaman, sekaligus membawa Inggris menjadi negara yang punya peran besar.
Ratu Elizabeth II, katanya, telah melalui rangkaian sejarah yang panjang dengan kepemimpinan yang elegan serta mampu membawa Inggris menjadi negara yang memiliki peran penting di dunia internasional.
Ia juga menyampaikan bahwa Ratu Elizabeth II adalah sosok yang mengayomi semua pihak. Ratu Elizabeth juga mampu menjalin komunikasi dan hubungan erat dengan berbagai pemimpin dunia, dari lintas kelompok dan agama.
Baca Juga: Pangeran Charles Jadi Raja Baru untuk 14 Anggota Persemakmuran
Di Inggris sendiri, Ratu Elizabeth, katanya, telah memberikan ruang yang lebar bagi penganut banyak agama untuk berkontribusi bagi peradaban.
Hubungan diplomatik Inggris Raya dan Indonesia yang sangat baik dalam beberapa dekade ini, menurut Munawir, juga tidak lepas dari peran Ratu Elizabeth II.
"Relasi Inggris Raya dan Indonesia sangat baik dalam beberapa dekade, baik bidang ekonomi, pendidikan, juga kerja sama budaya dan pemimpin agama. Ada beasiswa Chevening yang telah melahirkan ribuan pemimpin Indonesia, juga investasi bidang teknologi, energi dan perdagangan yang sangat penting," katanya.
"Saya kira, nilai-nilai diplomatik yang ditanamkan oleh Ratu Elizabeth II menjadi bagian penting dalam diplomasi Inggris-Indonesia, dan hubungan baik kedua negara hingga saat ini," kata Munawir lebih lanjut. [Antara]
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Polresta Bogor Minta Maaf soal Intimidasi Jurnalis, Anggota Polisi Dijatuhi Sanksi
-
Seret Nama Pejabat ATR/BPN hingga Politisi, Ini Fakta Terbaru Kasus Korupsi Summarecon
-
Bikin Polusi Udara Parah, Pabrik Arang di Bekasi Disegel
-
Waketum MUI Jadi Saksi Meringankan Dugaan Korupsi Haji Eks Menag Yaqut Cholil
-
26 Sengketa Pilkades Bekasi, Dugaan Ijazah Palsu Mendominasi