SuaraBekaci.id - Pelatih Timnas Indonesia U-16, Bima Sakti menerapkan pola kepelatihan yang sangat displin untuk Kafiatur Rizky dkk. Bima tidak main-main untuk urusan displin untuk para pemain muda Indonesia ini.
Tidak hanya dalam soal displin latihan, eks pemain timnas Indonesia itu juga memiliki aturan yang tak bisa ditawar-tawar dalam urusan ibadah.
Untuk bisa membuat mental anak asuhnya terjaga, Bima Sakti menerapkan hukuman denda untuk para pemain timnas Indonesia U-16 muslim yang terlambat menjalankan ibadah sholat berjamaah.
"Masalah ibadah, kami bikin aturan untuk sholat bersama bagi yang beragama Islam, mulai dari pelatih, ofisial dan pemain," ucap Bima.
Para pemain Timnas Indonesia U-16 yang melanggar mendapat hukuman yang berbeda-beda, tergantung level keselahannya.
“Kalau terlambat datang didenda Rp50 ribu dan jika sampai ketiduran Rp100 ribu. Pokoknya kita bikin aturan yang jelas," jelas Bima.
Aturan denda tidak hanya berlaku untuk pemain muslim, namun juga untuk non muslim. Aturan ini dibuat sama rata.
"Pemain yang non muslim kami beri kesempatan beribadah. Selain itu, kami juga siapkan kendaraan untuk mengantar mereka ke gereja. Begitupun dengan agama lainnya," ungkap Bima.
Aturan dari Bima Sakti ini pun mendapat pujian dari publik. Sayangnya tidak semua publik memberikan tanggapan positif dari apa yang diterapkan Bima Sakti bersama skuat Timnas Indonesia U-16.
Baca Juga: Dedi Budiawan Kadisdukcapil Tangsel Beri Hadiah Kepada Kafiatur Rizky Pahlawan Timnas Indonesia U-16
"masya allah the real jalur langit," unggah salah satu netizen.
"pantesan kemaren juara," timpal akun lainnya.
Diunggahan akun Instagram @undercover.id, sejumlah netizen malah mengomentari nyinyir terkait pemberitaan Bima Sakti dan aturan displinnya.
"Semoga tidak dicap Radikal," tulis salah satu netizen.
"Ini kalau di sekolah dah kena pasal kebebasan dalam menjalankan agama," timpal akun lainnya.
Berita Terkait
-
Dedi Budiawan Kadisdukcapil Tangsel Beri Hadiah Kepada Kafiatur Rizky Pahlawan Timnas Indonesia U-16
-
Timnas Indonesia U-16 Juara Piala AFF U-16 2022, Thoriq Alkatiri Sebut 2 Pemain yang Potensial
-
Bangga, Jokowi Anggap Keberhasilan Indonesia Juara Piala AFF U-16 sebagai Kado HUT Ke-77 RI
-
Video Viral Pria Kegirangan Timnas Cetak Gol, Sundul Sangkar hingga Bikin Burung Hilang
-
Profil Muhammad Iqbal Gwijangge, Kapten Timnas Jadi Pemain Terbaik AFF U-16
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
Menjawab Tantangan Urbanisasi: Mengapa Teknologi Kebersihan Kini Jadi Investasi Wajib?
-
Bekasi Lolos Syarat Lelang Proyek PSEL, Sampah Siap Diubah Jadi Listrik pada 2028
-
Siap-Siap Hemat Air! BMKG Prediksi Kemarau Jawa Barat Lebih Kering dan Lama
-
Ironi di Fakultas Hukum UI: Saat Tempat Belajar Keadilan Jadi Sarang Kekerasan Seksual
-
Pertina NTT Gugat Menpora: Legalitas Perbati Tak Terbukti di Persidangan, DPP Pertina Beri Dukungan