SuaraBekaci.id - Dua pemain naturalisasi, Sandy Walsh dan Jordi Amat harus pulang ke negara masing-masing setelah dipastikan tidak bisa memperkuat timnas Indonesia di babak kualifikasi Piala Asia 2023.
Dua pemain ini mengungkap rasa kecewanya karena tak bisa membela timnas Indonesia. Sandy Walsh mengungkapkan bahwa ia sangat kecewa tak bisa bergabung bersama pemain Indonesia di Kuwait.
"Saya kecewa karena setelah menghabiskan waktu bersama tim dan pelatih, saya pikir kami bisa membangun sesuatu yang sangat istimewa," ungkapnya.
Sementara Jordi Amat juga mengutarakan hal serupa. Pemain berdarah Spanyol itu menyebut bahwa dirinya akan selalu siap membela Indonesia jika dokumen yang dibutuhkan telah selesai.
"Sayangnya saya tidak bisa memainkan pertandingan kualifikasi mendatang dengan indonesia," tulis Jordi Amat di akun Instagram dirinya.
Dua pemain ini jelas kecewa, begitu juga dengan publik sepak bola Indonesia yang sangat ingin melihat kemampuan keduanya di lapangan hijau.
Bisa dibilang proses naturalisasi kedua pemain ini memang membutuhkan waktu yang cukup panjang. Berkaca pada proses naturalisasi sebelumnya, khusus untuk pesepak bola memang membutuhkan waktu cukup panjang.
Marc Klok misalnya membutuhkan waktu kurang lebih tiga tahun untuk bisa mendapatkan paspor Indonesia. Namun, ada juga proses naturalisasi pesepak bola Indonesia yang terbilang cukup cepat yakni Raphael Maitimo.
Pada 2012, Maitimo mendapat paspor Indonesia meski dengan cara cukup dramatis. Mengutip dari laporan Tempo, proses naturalisasi Maitimo berlangsung dramatis karena pihak PSSI saat itu langsung datang ke Cikeas, kediaman Presiden SBY untuk mendapat tandatangan dari beliau.
Baca Juga: Striker Naturalisasi Malaysia Dikritik Jelang Kualifikasi Piala Asia 2023, Disuruh Jaga Pintu Tol
"Petugas Imigrasi dan pengurus PSSI menghadap Presiden di Cikeas Jumat siang dan Alhamdulillah langsung ditandatangani Bapak Presiden," ujar Direktur Media PSSI, Tommy Rusihan Arief saat itu.
Cepat atau lamanya proses naturalisasi pesepak bola juga dipengaruhi faktor lain di luar administrasi pemerintahan Indonesia.
Aturan Naturalisasi FIFA Lebih Ketat
Jika berkaca pada proses naturalisasi pemain basket yang lebih cepat, maka publik tentu bertanya mengapa di sepak bola tidak bisa diterapkan hal sama.
Dua pebasket Lester Prosper dan Marquez Bolden menjalankan proses naturalisasi lebih cepat dibanding pesepak bola, Jordi Amat dan Sandy Walsh.
Marquez Bolden misalnya pada 2021 menjalankan proses naturalisasi. Juli 2021, ia langsung mengawali proses itu dengan datang ke rapat dengar pendapat bersama Komisi III dan Komisi X DPR RI.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Operasi Politik Presisi Prabowo: Preteli Siji-siji
- 9 Sunscreen untuk Mencerahkan Wajah dan Menghilangkan Flek Hitam
- Sehari Dijabat Suyudi Ario Seto, Polri Langsung Rombak 19 Kapolda: Ini Daftar Lengkapnya!
- Luky Alfirman Jadi Wamenkeu usai Dicopot Purbaya, Pengamat Soroti Arah Kebijakan Suahasil
- Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
2 Tersangka Dibebaskan! Kasus Perusakan Rumah di Cikunir Selesai
-
MotoGP Mandalika 2026 Kembali Digelar, BRI Dorong Ekonomi Kawasan Berbasis Pariwisata
-
BRI Kembali Dukung Atlet Nasional, Semangati Kontingen Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026
-
Aset 1,5 Hektare Milik Anggota Polri Yayat Sudrajat Digeledah KPK
-
Lewat Program BRI Sahabat Disabilitas 2026 di Makassar, BRI Peduli Berikan Pelatihan dan Pemagangan