SuaraBekaci.id - Sejarah perjuangan bangsa Indonesia dalam memerdekakan diri tak bisa dilepaskan dengan sosok Raden Hadji Oemar Said atau HOS Tjokroaminoto.
Ia merupakan tokoh pergerakan nasional bangsa Indonesia yang dikenal sebagai guru besar yang melahirkan pemimpin-pemimpin di negeri ini di era tahun seperti Soekarno, Muso, Semaun, Tan Malaka, Alimin, hingga Kartosuwiryo.
Kisah HOS Tjokroaminoto ini diangkat dalam film Guru Bangsa Tjokroaminoto dengan arahan sutradara Garin Nugroho.
Pria yang merupakan guru pergerakan dari Proklamator Kemerdekaan RI, Soekarno itu dijuluki kompeni Belanda sebagai De Ongekroonde van Java atau "Raja Jawa Tanpa Mahkota".
Tjokro juga merupakan seorang pemimpin salah satu organisasi yaitu Sarekat Islam (SI). Ia kemudian meninggal pada umur 52 tahun yaitu tanggal 17 Desember 1934 di Yogyakarta.
Dalam film dikisahkan, Tjokro kecil melihat langsung adanya ketidakadilan yang menimpa rakyat jelata. Seorang budak dari kaum pribumi dihukum karena ketelodorannya dalam bekerja.
Begitu keji tuannya menghukum budak tersebut dengan cambuk. Hal ini membuat Tjokro merasa iba untuk menolongnya dengan cara ingin membersihkan lukanya.
Tjokro tak akan mengalami nasib seperti budak, karena ia adalah salah satu keturunan keluarga ningrat dan beruntung bisa bersekolah di sekolah Belanda.
Saat sekolah Tjokro dikenal kritis bahkan beberapa kali gurunya terpaksa menghukumnya karena kritis terhadap pemerintah Belanda yang dinilai kurang adil kepada penduduk pribumi.
Usai menikah dengan perempuan yang dicintainya, Suharsikin, Tjokro (Reza Rahardian) meninggalkan istrinya dalam keadaan hamil dan meninggalkan kehidupan bangsawan demi berjuang untuk menegakkan hak dan martabat bangsa Indonesia.
Ia pun membangun organisasi Sarekat Islam yang merupakan organisasi pertama di Indonesia yang dibuat oleh anak pribumi. Bukan hanya itu, Tjokro berjuang dengam berbagai keahlian salah satunya dengan membuat surat kabar.
Tak pelak hal ini membuat Belanda merasa khawatir. Di sisi lain banyak pemuda-pemudi Indonesia yang mau belajar dengan Tjokro.
Tak pelak rumah kediamannya di Surabaya dijadikan tempat berkumpul para pemuda dan tokoh-tokoh yang akhirnya beberapa di antara mereka menjadi orang yang sangat berpengaruh di negeri ini.
Garin Nugroho berhasil membawa suasana di tahun 1890-1920 ke dalam sebuah film. Sehingga para penonton dapat merasakan bagaimana perjungan negeri ini dibuat. Namun durasi yang panjang dan dialog yang cukup panjang membuat orang sedikit bosan menontonnya.
Namun secara keseluruhan setelah menyaksikan film in, orang akan lebih mengetahui bagaimana sesungguhnya sosok guru besar Tjokroaminoto dalam membentuk pemuda-pemudi Indonesia ketika negeri ini dijajah. Film ini resmi tayang perdana di bioskop pada 9 April 2015 lalu.
Baca Juga: Kisah Macan Putih di Jejak Ir Soekarno di Kota Cimahi
Genre : Drama, Biography
Produser: Christine Hakim, Dewi Umaya Rachman, Sabrang Mowo Damar Panuluh, Didi Petet, Nayaka Untara, Ari Syar
Sutradara: Garin Nugroho
Pemain : Reza Rahadian, Christine Hakim, Didi Petet, Ade Firman Hakim, Alex Abbad, Alex Komang, Chelsea Islan, Christoffer Nelwan, Deva Mahenra, Egy Fedly, Ibnu Jamil, Maia Estianty, Putri Ayudya, Sujiwo Tedjo, Tanta Ginting.
Tag
Berita Terkait
-
Review Laut Bercerita: Kisah Pilu Perjuangan Aktivis Melawan Orde Baru
-
Drama Kalung Berlian Rp300 Juta Jatuh di Bandara Soetta yang Berakhir Manis
-
Menyusuri Makam Imam Al Bukhari di Uzbekistan, Ada Jejak Bung Karno di Soekarno Hall
-
Kronologi Ribut Sesama Anggota DPRD Pekanbaru di Bandara Soetta yang Kini Dibidik Polisi
-
Menolak Ego Sektoral: Ini yang Akan Dikritik Tan Malaka dari Demo DPRD DIY
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
Pilihan
-
Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu
-
Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
-
Tak Perlu Bongkar Kitab, Muhammadiyah Bikin AI Khusus ChatHPT untuk Jawab Persoalan Agama
-
Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
Terkini
-
KPK Buka Peluang Hadirkan Ahmad Dhani sebagai Saksi Kasus Bea Cukai
-
Apa Penyebab Truk Molen Tabrak Halte di Bekasi, 6 Orang Tewas
-
Polresta Bogor Minta Maaf soal Intimidasi Jurnalis, Anggota Polisi Dijatuhi Sanksi
-
Seret Nama Pejabat ATR/BPN hingga Politisi, Ini Fakta Terbaru Kasus Korupsi Summarecon
-
Bikin Polusi Udara Parah, Pabrik Arang di Bekasi Disegel