Galih Prasetyo
Senin, 06 Juni 2022 | 06:25 WIB
Aksi pemukulan di Jalan Tol dalam Kota tepatnya di Stasiun Cawang, kawasan Tebet yang diduga dilakukan pejabat. [Tangkapan layar]

SuaraBekaci.id - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Pemuda Bravo Lima angkat bicara terkait video viral yang melibatkan anggotanya di ruas tol Dalam Kota beberapa waktu lalu.

Menurut Sekretaris Pejuang Bravo Lima, Ahmad Zazali bahwa insiden yang melibatkan Ali Fanser Marasabessy (AF) bermula dari provokasi yang dilakukan Justin Frederick (JF).

Bahwa dalam peristiwa tersebut AFM menjadi korban pemukulan yang dilakukan JF, hal itu menjadi pemicu perkelahian antara JF dengan FM. Bahkan telah berusaha melerai perkelahian tersebut," kata Ahmad Zazali.

Zazali dalam penjelasanya bahkan mengatakan bahwa JF justru yang terlebih dahulu mengacukan jari tengah. Hal ini terjadi karena mobil JF didahului oleh kendaraan Ali Fanser yang juga menjabat sebagai Ketua Pemuda Pejuang Bravo Lima.

"Lalu kendaran yang ditumpangi AFM menghentikan JF untuk menanyakan maksud JF mengacungkan jari tengah tadi. JF dengan nada tinggi terlihat marah serta menantang, lalu memukul AFM terlebih dahulu,"

FM yang melihat Ali Fanser diperlakukan seperti itu langsung bereaksi. Ditegaskan Zazali bahwa aksi dari FM itu ialah reaksi spontan dan tidak memiliki motif apapun.

"Bahwa menurut AFM perkelahian tersebut terjadi secara spontan dan tidak ada motif apapun, karena antara AFM dan JF tidak saling kenal sebelumnya," tutur Zazali.

Ia pun berharap Polda Metro Jaya dalam kasus ini bisa menangani perkara mandiri dan independen tanpa campur tangan apapun.

"Bahwa dengan mempertimbangkan kejadian tersebut, dan sebagai wujud dukungan Pemuda Pejuang Bravo Lima terhadap upaya membumikan Pancasila melalui penyelesaian sengketa keadilan restoratif (restorative justice), maka kami berharap pendekatan dikedepankan untuk kasus ini," pungkasnya. [ANTARA]

Baca Juga: Ngaku Diacungkan Jari Tengah hingga Dipukul Duluan, Ketum Pemuda Bravo 5 Ancam Lapor Balik Justin Anak Politisi PDIP

Load More