Boleh jadi mudik dimaknai sebagai sebagai reaktualisasi 'kembali' kepada ke asal yang bersifat transendental, yaitu Allah sebagai Sang Pencipta. Manusia diciptakan tak ubahnya sang musafir, cepat atau lambat akan kembali ke asal, yaitu Allah --Sang Khalik.
Itu sebabnya, ketika seseorang meninggal dunia, selalu diucapkan, Inna lillahi wa inna ilaihi raaji’un (Sesungguhnya kita adalah milik Allah dan akan kembali kepada-Nya).
Kini, mudik jadi simbolisasi kembali kepada kefitrahan sejati. Sesudah puasa Ramadhan, insya Allah diampuni segala dosa dan diterima amal ibadah.
Bagi para pemudik, ada kepuasan spiritual. Sebab, mereka bisa bersilaturrahim dan ziarah kubur orang tua, kakek, nenek dan mereka yang dihormati dan disayangi, sambil mendoakan dan berharap mendapat keberkahan, kemajuan dan keselamatan dalam menjalani kehidupan.
Nilai Ekonomi
Mudik, walaupun mengandung dampak negatif seperti macet di sepanjang jalan menuju kampung halaman, menimbulkan kesibukan yang luar biasa menjelang, saat dan seusai Lebaran, tetapi manfaatnya dalam bidang ekonomi dapat dirasakan.
Mereka yang mudik, biasanya membayar zakat fitrah, zakat mal (harta), infak, sedekah dan memberi bantuan kepada keluarga dan famili di kampung halaman. Kedermawanan pemudik, melahirkan distribusi ekonomi ke masyarakat bawah yang tinggal di kampung halaman.
Pemudik tidak hanya melaksanakan ajaran agama seperti berderma, tetapi pemudik juga membeli berbagai macam kebutuhan sehari-hari termasuk makan, dan bermalam di hotel, motel dan penginapan. Lebih penting lagi hasil kebun atau pertanian para petani dibeli para pemudik.
Ekonomi di desa menggeliat. Pada saat mudik, hotel, motel dan penginapan dipenuhi pemudik dari berbagai lapisan masyarakat terutama kelas menengah dan kelas atas.
Baca Juga: Catat, Ini 4 Rekayasa Lalu Lintas yang Berlaku di Tol Japek
Dampak ekonomi di kampung dan di daerah mengalami putaran yang cepat. Pasca COVID-19 ini, Pemerintah daerah seyogianya memperoleh manfaat dari pendapatan pajak barang dan jasa, sehingga menambah pendapatan asli daerah.
Sungguh indah pesan Rasulullah bahwa setiap Muslim hendaknya bersilaturahim. Beribadahlah kepada Allah dengan sempurna, jangan syirik, dirikanlah shalat, tunaikan zakat, dan jalinlah silaturahim dengan orang tua dan saudara (HR. Bukhari). [Antara]
Berita Terkait
-
5 Cara Mengatur Jadwal Silaturahmi Lebaran Agar Tidak Kelelahan
-
Kalang Kabut Harga Minyak, Pemerintah Siapkan Skema WFH Satu Hari Pascalebaran
-
Ketua Umum PP Muhammadiyah Minta Tak Pertajam Perbedaan Idulfitri, Imbau Tokoh Agama Jaga Kesejukan
-
15 Ucapan Selamat Lebaran 2026 yang Sopan untuk Kolega dan Kenalan
-
10 Cara Menyampaikan Permintaan Maaf yang Tulus saat Sungkem
Terpopuler
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
Pilihan
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
Terkini
-
10 Pelanggaran Berat Anwar Sanjaya yang Dinilai Nodai Kesucian Ramadan
-
Gerakan 'Pantat Ngebor' Anwar Sanjaya Bikin MUI Meradang dan Minta KPI Bergerak
-
Kapal Tanker Pertamina Tertahan di Zona Merah, JK: Pemerintah Harus Aktif
-
Terjebak 6 Jam di Jalan Mudik? Ini Cara Mengubah Waktu Macet Jadi Waktu Istirahat Produktif
-
Jangan Sampai Muntah di Jalan! Ini 8 Trik Rahasia Agar Perut Anti Mabuk Saat Mudik