SuaraBekaci.id - Minyak goreng langka masih terjadi di sejumlah daerah di Indonesia, hal tersebut terlihat saat adanya operasi pasar banyak masyarakat yang mengantre.
Hal tersebut terlihat saat video yang dibagikan di media sosial memperlihatkan kerumunan massa yang mengantre memenuhi salah satu toko untuk mendapatkan jatah minyak goreng.
Demikian juga dengan unggahan netizen lain yang memperlihatkan kasus antrian minyak goreng yang serupa.
Mengutip dari Terkini -jaringan Suara.com, kelangkaan yang terjadi ini menurut Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi disebabkan karena adanya kemacetan di luar jalur distribusinya.
Karena itu, ia tidak ingin berandai-andai untuk menegaskan kapan kelangkaan minyak goreng ini akan bisa teratasi.
“Kita tidak mau berandai-andai,” ujar Lutfi.
“Saya sudah katakan bahwa ini ada terjadi kemactan di jalur distribusi atau ada tindakan melawan hukum, menjual ini secara ilegal,” sambung Lutfi.
Tapi apakah keadaan ini akan terus terjadi, terutama jumlah kebutuhan minyak goreng mendekati bulan Puasa diprediksi akan mengalami peningkatan.
Salah satu netizen akhirnya mulai mempertanyakan keseriusan pemerintah, terutama kepada Presiden Joko Widodo untuk mengatasi persoalan kelangkaan ini.
Baca Juga: Redaktur Suara.com Berbagi Tips Menulis Artikel Story Telling dan Produksi Video Keberagaman
“Pak @jokowi sebenarnya masih sanggup jadi presiden apa enggak sich?” ujar akun @BossTemlen.
Berita Terkait
-
Redaktur Suara.com Berbagi Tips Menulis Artikel Story Telling dan Produksi Video Keberagaman
-
Lantik Bambang Susantono Jadi Kepala Otorita IKN, Ini Pesan Jokowi
-
Puan Maharani: Kelangkaan Minyak Goreng Berkepanjangan Bisa Timbulkan Kegaduhan
-
Mendag Tindak Tegas Penjual Minyak Goreng Nakal, Pengamat: Sudah Tepat
-
Miris! Penjual Makanan di Lembang Bandung Barat Pilih Tak Jualan Karena Kesulitan Dapat Minyak Goreng
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
Vape Jadi Sarana Peredaran Narkoba, Bagaimana Sikap PBNU?
-
Tumpukan Sampah di TPS 3R Pulogebang Meluber, Warga Resahkan Penyakit
-
OJK Cabut Izin Satu Bank di Sumatra Barat, Bagaimana Uang Nasabah?
-
Perajin Tahu-Tempe Bekasi Perkecil Ukuran Produk, Pekerja Dirumahkan
-
Bersih-Bersih Kantor Pemkab Bekasi: Pedagang Dilarang Masuk, Tamu Wajib Dijemput