Kenaikan harga bahan seperti Cabe dan Daging Sapi dikeluhkan pedagang dan pemilik usaha rumah makan di Bekasi (Suara.com/Rendy Rutama Putra)
Salah satunya pedagang Nasi Padang di Kawasan Wisma Asri, Bekasi bernama Mas Da. Ia mengaku sudah seminggu ini tidak berjualan lauk dengan bahan pokok daging.
"Daging bukan mahal lagi, mahal banget malah mas. Saya juga malah gak naikin harga mas, tapi saya malah bahkan sampe gak beli lagi tuh daging udah seminggu ini," tutur Mas Da.
Hal sama juga dirasakan oleh pemilik usah warung tegal (warteg) di Bekasi, salah satunya Yogi. Ia mengaku bahwa omset berjualannya beberapa hari menurun drastis. .
"Aduh mas kerasa banget deh naik sembako. Apalagi buat saya pedagang kecil gini. Sedih mas, udah ada kali seminggu ini kayak cabe, bawang, gitu. Otomatis pendapatan juga menurun banget," keluh Yogi.
Kontributor : Rendy Rutama Putra
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
Terkini
-
Geger Pelecehan Seksual Terhadap Anjing di Pet Shop Penjaringan
-
Kekeringan Melanda Bekasi: Ini Cara Warga Dapatkan Bantuan Air Bersih Gratis
-
Israel Bunuh Hampir 1.000 Warga Palestina Sejak Oktober
-
Lautan Manusia di Kota Bekasi Rayakan Tahun Baru Islam
-
Paspor Disita dan Alami Kekerasan, Kisah Pilu Pekerja Migran Indonesia di Malaysia