SuaraBekaci.id - Kondisi Ukraina setelah tujuh hari mendapat invasi militer dari Rusia semakin mengkhawatirkan. Tujuh hari invasi berlangsung, sebanyak 227 warga sipil tewas.
Invasi militer Rusia ke Ukraina juga membuat 525 orang mengalami luka-luka. Sementara itu, Kepala Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) Filippo Grandi menyebut ada 1 juta orang mengungsi.
“Hanya dalam tujuh hari, kami sudah menyaksikan eksodus satu juta pengungsi dari Ukraina ke negara-negara tetangga,” Grandi dalam cuitannya.
Duta Besar Indonesia untuk Ukraina, Vasyl Hamianin kepada Suara.com dalam wawancara eksklusif di kantornya di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (1/3) pagi memaparkan bagaimana tanah airnya setelah terus menerus digempur oleh militer Rusia.
"Yang penting (dan) perlu diketahui adalah Ukraina saat ini sedang dalam serangan, dan ini bukan tentang konflik. Jangan hiraukan kata konflik atau apa pun itu, karena ini adalah satu-satunya instrumen. Ini adalah perang, tapi melawan warga sipil," kata Dubes Vasyl Hamianin.
"Bagaimana bisa mempercayai saya? Mungkin saja saya menyampaikan informasi salah. Kenyataannya adalah ada puluhan ribu video dan foto-foto dan terjemahan online dan orang-orang yang meyaksikan secara langsung tragedi (ini),"
"Kita sedang diserang secara langsung, bukan sekadar pertengkaran biasa. Ini adalah perang, agresi nyata. Rusia tidak pernah bernegosiasi. Mereka tidak (akan) pernah meninggalkan Ukraina, kecuali dunia mengambil perannya dengan mengatakan tidak,"
Ditegaskan oleh Dubes Vasyl Hamianin bahwa masyarakat Ukraina tidak akan menyerah dari Rusia. Orang Ukraina kata Hamianin akan selalu memekikkan kata 'Merdeka atau Mati'
"Dan percayalah, banyak orang di Ukraina tahu ini, dan banyak orang di Ukraina tahu dan mengatakan "merdeka atau mati". Ukraina tidak akan menyerah, Ukraina tidak akan jatuh dengan mudah,"
"Pria Ukraina memang have fun, jahil, dan humoris. Namun saat menghadapi perang, siapa pun pria di Ukraina, yang sakit sekali pun akan terlihat sehat dan siap untuk melawan,"
Tag
Berita Terkait
-
Dubes Rusia: Kami Hanya Serang Militer Ukraina Disebut Barbar, Tapi NATO Bom Warga Serbia, Libya, Afghanistan, dan Irak
-
Dubes Rusia di RI: Jika Ukraina Masuk NATO, Nuklir Bisa Hantam Moskow dalam 3 Menit, Kami Harus Lindungi Rakyat
-
Wawancara Eksklusif Dubes Ukraina: Rusia Penuh Propaganda dan Tipu Daya, Indonesia Tolong Aktif Bantu Kami
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
Terkini
-
Tersangka Pencabulan 50 Santriwati di Pati Belum Ditahan, KPAI: Pelaku Harus Dihukum Berat!
-
130 Sekolah Dasar di Kabupaten Ini Tidak Punya Kepala Sekolah
-
Tembok Sekolah di Jakarta Selatan Roboh, Bagaimana Nasib Siswa?
-
Hillary Brigitta Lasut Semprot Amien Rais: Serangan ke Teddy Bukan Kritik, Tapi Fitnah
-
KAI Buka Layanan Klaim Pengobatan Korban Insiden Bekasi Timur: Ini Syarat dan Caranya