Associated Press melaporkan Taliban kini kesulitan untuk membayar para dokter, guru dan pegawai pemerintah lainnya.
Sanksi Internasional
Sanksi-sanksi internasional juga mempersulit PBB dan kelompok-kelompok bantuan internasional untuk membayar staf mereka dan mempertahankan operasi bantuan kemanusiaan di Afghanistan.
Pemerintah Amerika telah membekukan aset Afghanistan karena keprihatinan atas hak asasi manusia dan terorisme di bawah pemerintahan Taliban. Kelompok Islamis itu juga ditekan agar memerintah negara itu dengan sistem politik yang inklusif, yang melindungi hak-hak perempuan dan kelompok minoritas.
Program Pangan Dunia PBB telah memperingatkan bahwa konflik syang terjadi selama bertahun-tahun dan kekeringan yang berkepanjangan di negara tersebut akan membuat lebih dari separuh penduduk Afghanistan yang diestimasi berjumlah 40 juta orang akan mengalami kelaparan pada musim dingin mendatang.
Berita Terkait
-
Rupiah Dibuka Melemah ke Rp18.089 per Dolar AS, Arus Modal Asing Jadi Beban
-
Rupiah Diramal Jadi Penguhuni Tetap di Level Rp18.000
-
KPK Usul Harta Pejabat yang Tak Dilaporkan di LHKPN Bisa Dirampas Negara
-
Indeks Kripto CFX10 Naik Tipis, BNB Menguat 2,3 Persen
-
Mulut Kotor Donald Trump Serang Rival Demokrat di Pilpres Senat AS
Terpopuler
- Cara Menghilangkan Iklan yang Tiba-Tiba Muncul di Layar HP Android Tanpa Aplikasi Tambahan
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- 4 Moisturizer Skintific untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
Terkini
-
26 Sengketa Pilkades Bekasi, Dugaan Ijazah Palsu Mendominasi
-
Hampir 500 Petinju Ramaikan Kejurnas 2026, Hillary Brigitta Lasut Soroti Perjuangan Atlet
-
Kali Harun Menyusut Jadi 1 Meter, 4 Rumah Jadi Kendala Normalisasi
-
Pertina Akui Sulit Cari Bibit Petinju Kelas Berat, Berharap MBG Bantu Tumbuh Kembang Anak
-
BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Rp1 Triliun, Tegaskan Optimisme Pertumbuhan