Lebrina Uneputty
Kamis, 11 November 2021 | 15:15 WIB
Ilustrasi perempuan jomblo (Pexels).

SuaraBekaci.id - 11 November diperingati sebagai Hari Jomblo Sedunia atau All Single Day. Lebih jauh tentang Hari Jomblo sedunia, mulanya dicetuskan oleh seorang mahasiswa jomblo di Nanjing University, China pada tahun 1993. Penduduk di China menyebut peringatan ini dengan Guanggun Jie Mereka berpikir, bahwa status jomblo tidak seharusnya diratapi, melainkan dirayakan bersama. Di situlah, diharapkan para jomblo ini tetap bangga dengan statusnya.

Selain itu, dilansir dari Vox, 11 November dipilih karena jejeran angka satu seolah-olah menggambarkan kehidupan orang-orang single alias jomblo.

Sejarah Hari Jomblo Sedunia menurut Alibaba yakni sebagai bentuk perayaan status jomblo, tidak sedikit orang-orang di China melakukannya dengan berbelanja dan berpesta.

Dengan menyadari potensi tersebut, Alibaba dan pendirinya Jack Ma, menggunakan peringatan Hari Jomblo Sedunia menjadi momentum festival belanja untuk meraup keuntungan.

Berdasar tulisan pada laman BBC (11/10/2020), di tahun 2019 lalu tepatnya tanggal 11 November telah terjadi acara belanja online terbesar di dunia. Produk yang berhasil dikirim dan dijual bahkan mencapai 1,9 miliar produk.

Saat itu, nilai barang dagangan bruto mencapai lebih dari 210 miliar yuan ($31 miliar). Jumlah ini, bahkan mencapai dua kali lipat dari festival belanja lainnya, seperti Black Friday dan Cyber Monday. Cainiao, bagian logistik di Alibaba juga mengungkapkan bahwa pihaknya sampai membutuhkan lebih dari 3.000 penerbangan charter dan juga kapal kargo jarak jauh untuk membawa barang sampai ke China.

Ia juga berencana mengoperasikan lebih dari 700 penerbangan charteruntuk mengirim pake keluar China. Pihak Alibaba juga telah menyediakan 10.000 loker mobile untuk mempermudah pengambilan paket tanpa adanya kontak.

Seiring berjalannya waktu, perayaan Hari Jomblo Sedunia sekaligus hari belanja online ini tidak hanya diracakan di China. Tetapi juga oleh kalangan muda di seluruh penjuru dunia.

Kontributor: Muhammad Zuhdi Hidayat

Load More