SuaraBekaci.id - Warga sekitar Kali Cikarang Bekasi Laut (CBL) mempunyai kebiasaan khusus setiap bulan November. Bukan kebiasaan keagamaan ataupun ritual adat, melainkan untuk mengatasi banjir.
Menurut ketua RW 012 Desa Sukamekar Kecamatan Sukawangi, Nengkan (50) kebiasaan itu dilakukan zaman dahulu saat wilayahnya belum dibangun Kali CBL.
Nengkan menceritakan, sebelum Kali CBL dibangun Desa Sukamekar kerap kali terendam banjir sehingga setiap bulan November tepatnya tanggal 11, penduduk akan membuat bale-bale atau perahu agar bisa bertahan di tengah banjir.
Dia menyebut, banjir terjadi pada bulan November. Untuk transportasi pada saat banjir, lanjut Nengkan, warga sekitar selalu mempersiapkan perahu.
Selain itu, warga yang tidak ingin mengungsi pada saat banjir, mereka membuat tempat tidurnya tergantung di atap rumahnya.
"Bukan rawan banjir lagi, pokoknya setiap bulan 11 (November) itu kita udah siap-siap, bikin perahu, bale (tempat tidur) pun pada digantung, supaya pada tidur, digantung di atas," jelasnya.
Pada pembuatannya, Kali CBL harus memotong lajur air yang berasal dari Kali Bekasi.
Sehingga ujung aliran kali Bekasi bergabung dengan aliran kali CBL.
"Setelahnya, timbulah nama CBL yang lebih cepat arah kelaut (air). makanya amanlah kebanjiran ini, terutama di suka mekar," katanya.
Sebelum Kali Bekasi Bergabung dengan Kali CBL, Kali Bekasi melewati beberapa desa sebelum menuju laut.
"Kali Bekasi sebelumnya dari CBL, lewati desa sukamekar, muarabakti, sukatenang, pantai Hurip, pantai harapanjaya, baru mentuk ke sungai cikeris," katanya.
Pantauan SuaraBekcai.id, saat ini terusan Kali Bekasi yang terpotong aliran Kali CBL dipenuhi dengan rerumputan.
Tidak hanya rumput, potongan Kali Bekasi juga ditumbuhi oleh pepohonan yang didominasi pohon pisang.
Menurut informasi yang kami dapat, air akan masuk ke potongan kali Bekasi pada saat air dari Kali Bekasi dan Kali CBL sudah tidak menampung.
Kali CBL atau Kali Cikarang Bekasi Laut menurut informasi warga dibangun pada tahun 1981an.
Berita Terkait
-
Tekan Risiko Kecelakaan! Petugas Bersertifikat Disiagakan di 5 Perlintasan Rel Bekasi dan Tangerang
-
Ketemu KDM, Surya Kades Terpilih Mekarwangi Sampaikan Keluhan Pembangunan
-
Kemenangan Pengepul Sampah di Pilkades Bekasi Disorot Media Asing: Duit Tak Berpengaruh
-
Lihat Aksi Pemukulan, Saksi Kunci Bongkar Peran Anggota DPRD Bekasi di Kasus Pengeroyokan
-
KPK Periksa Anggota Polri Yayat Sudrajat, Dalami Suap Proyek di Kabupaten Bekasi
Terpopuler
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- 5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Wajah dan Rambut
- Bisakah Bedak Marcks dan Air Mawar Viva untuk Mengunci Makeup? Begini Caranya
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Rp1 Triliun, Tegaskan Optimisme Pertumbuhan
-
Asep Surya Atmaja Pimpin Kabupaten Bekasi hingga 2030
-
BRI Perluas Kemitraan Internasional, Buka Akses Pasar Global bagi Korporasi dan UMKM Indonesia
-
Polisi Tembak Polisi: Bharada Andika Resmi Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana
-
Misteri Aliran Dana Rp250 Juta ke PCNU, Begini Penjelasan KPK